Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 April 2026 | 22.24 WIB

Isi Pertemuan Menhan Sjafrie dengan Puluhan Purnawirawan TNI, Dari Selat Hormuz hingga Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan sejumlah purnawirawan TNI di Kantor Kemhan pada Jumat (24/4). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan sejumlah purnawirawan TNI di Kantor Kemhan pada Jumat (24/4). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sejumlah isu dibahas bersama oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dengan puluhan purnawirawan TNI dalam pertemuan di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Jumat (24/4). Termasuk diantaranya isu global terkait dengan konflik di Timur Tengah dan hasil kerja Kemhan-TNI beberapa tahun belakangan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa beragam isu tersebut dibahas dalam acara silaturahmi menhan dengan purnawirawan TNI. Menurut dia, pertemuan itu bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, melainkan juga forum untuk purnawirawan memberikan masukan kepada Kemhan dan TNI.

”Forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan terkini terkait arah kebijakan pertahanan nasional, termasuk strategi pengembangan kekuatan TNI kedepan. Sekaligus mendengarkan berbagai masukan dan pandangan konstruktif dari para purnawirawan terhadap dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang,” ungkap Rico.

Sesuai dengan penjelasan yang disampaikan oleh Menhan Sjafrie kepada para purnawirawan, dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa Kemhan-TNI melaksanakan tugas dengan landasan konstitusi dan kepentingan nasional. Kemhan-TNI juga mengedepankan strategi defensif aktif yang berorientasi pada menjaga kedaulatan negara tanpa mengganggu stabilitas kawasan.

”Selain itu, juga dibahas berbagai program penguatan postur TNI. Baik dari sisi organisasi, modernisasi, maupun pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya membangun kekuatan pertahanan yang adaptif, profesional, dan berkelanjutan,” terang dia.

Jenderal bintang satu TNI AD itu mengakui, menhan turut menyampaikan hasil pertemuan dengan Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth, Letter of Intent (LoI) yang diusulkan oleh AS kepada Pemerintah Indonesia, nasib pasukan penjaga perdamaian dunia dari TNI yang bertugas di wilayah Lebanon, dan kondisi di Selat Hormuz.

”Termasuk dengan perkembangan yang ada saat ini di Lebanon Selatan, maupun perkembangan geopolitik yang ada di Selat Hormuz. Itu menjadi bahan-bahan masukan dari para purnawirawan,” jelasnya.

Dari penjelasan menhan, para purnawirawan TNI memberikan masukan kepada Kemhan dan TNI. Rico memastikan, masukan itu sudah diterima dan akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Sehingga TNI dan Kemhan dapat menjalankan tugas dengan lebih baik.

”Kedepannya itu akan menjadi bagian dari evaluasi maupun perbaikan ataupun masukan-masukan input dalam pengembangan kebijakan pertahanan negara,” ujarnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore