
Senjata produksi PT Pindad. (Foto: M Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Bukan hanya membuat senjata terbaru, produsen sentaja dari Indonesja yakni PT Pindad tetap memperhatikan desain serta kualitas bahan dasar dari pembuatan senjata. Sebab sudah banyak negara-negara dari Non Asean maupun Asean telah melirik produk asli Indonesia.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Ade Bagja, menuturkan jika para pemesan yang meminati produk Pindad tersebut karena desain yang dibuat oleh perusahaan itu.
"Kalau barang kaya gini (senjata tembak) mereka akan lihat dari design, dan dari sana mereka sudah tahu sebetulnya. Saat kemarin di Cilegon kan sudah kita coba meski secara detail nanti akan dilihat saat proses sertifikasi," ungkap Ade dalam acara media gathering di Saung Angklung Udjo, Bandung, Senin (16/4).
Sedangkan untuk bahan baku pembuatan, Ade mengakui jika masih bergantung pada bahan impor. Sebab pengakuannya industri senjata Indonesa masih relatif tertinggal.
"Saya memang mengakui jika industri hulu di Indonesia relatif tertinggal, kalau dibandingkan industri hilir di indonesia. Kalau industri hilir itu kan kita bisa bicara tentang Pindad, Pal, dan sebagainya. itu adalah industri hilir. Artinya industri yang memang memproduksi sesuai yang langsung digunakan," tutur Ade.
Kemudian untuk total bahan baku yang digunakan oleh PT Pindad adalah 70 persen berasal dari impor sedang sisanya dari dalam negeri. Sehingga dapat menimbulkan kualitas dan desain yang lebih baik.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
