
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat Bakti Sosial HUT TNI di Cilegon
JawaPos.com - Demi menjaga loyalitas di internal TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo disarankan untuk tidak membuat kebijakan strategis. Lebih baik hal itu dilakukan oleh panglima TNI yang baru. Apalagi calonnya sudah ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Kepala Staf Anggkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
"Sebaiknya Panglima TNI tidak membuat keputusan strategis apapun lagi, sehubungan dengan sudah adanya usulan calon Panglima TNI yang baru," ujar Pengamat Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati melalui pesan singkat, Selasa (5/12).
Alasannya, lanjut wanita yang akrab disapa Nuning itu, pergantian Panglima TNI secara administrasi akan diikuti dengan perubahan kebijakan terkait strategi dan operasional TNI ke depan. Kebijakan tersebut akan dirumuskan oleh pejabat TNI yang berwenang sesuai struktur komando di organisasi TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.
Selain perubahan kebijakan yang bersifat internal tentunya juga ada perubahan yang bersifat eksternal. Seperti kebijakan TNI di ASEAN pada tataran regional dan juga pada tataran global nantinya. Kebijakan TNI yang bersifat eksternal juga terkait dengan hubungan kelembagaan dengan birokrasi pemerintah, MPR/DPR, dan seluruh elemen bangsa Indonesia.
Dia menambahkan, perubahan seluruh kebijakan tersebut menurutnya tidak mudah dan menuntut pejabat TNI yang andal. "Oleh karenanya, sangat penting bahwa mutasi pejabat TNI yang baru harus ditujukan untuk mendukung Panglima TNI yang baru," sebutnya.
Dalam mutasi pejabat TNI yang baru nantinya, perlu diperhatikan masalah loyalitas. Nuning menuturkan, mutasi pejabat TNI tentu membawa rangkaian yang cukup panjang dalam mata rantai regenerasi Perwira Tinggi TNI hingga Perwira Menengah dan Perwira Pertama TNI.
Jika dicermati, maka faktor loyalitas sangat memengaruhi mata rantai regenerasi tersebut. Faktor loyalitas inilah yang harus dijaga bersama agar TNI tidak terpecah.
"Mutasi Pejabat TNI yang tidak selaras dengan kapasitas dan loyalitas tinggi kepada Panglima TNI yang baru dikhawatirkan dapat memecah soliditas TNI," tambahnya.
Diharapkan, Jenderal Gatot bersikap bijak dan lapang dada untuk bisa menerima siapa saja pejabat yang akan ditunjuk oleh Panglima TNI yang baru. "Tradisi dan etika TNI yang baik ini perlu diteruskan kepada generasi muda TNI," pungkas Nuning.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
