Sejumlah pesawat tempur TNI AU bersiap untuk lepas landas saat latihan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Meski sudah terjadi penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) untuk pengadaan Pesawat Tempur F-15EX buatan Boeing, belum ada kesepakatan untuk penandatangan kontrak. Kementerian Pertahanan (Kemhan) pun telah mengkonfirmasi bahwa sejauh ini tidak ada penganggaran belanja jet tempur buatan Amerika Serikat (AS) tersebut.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas dan Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi oleh awak media. Dia menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia sudah meminta penawaran harga F-15EX sebagai bagian dari perencanaan.
”Namun harga yang diajukan dinilai masih terlalu tinggi, sehingga belum dapat ditindaklanjuti,” ungkap dia dikutip pada Kamis (5/2).
Untuk itu, Pemerintah Indonesia melirik opsi pesawat tempur lain. Meski belum ada keputusan, namun Brigjen Rico memastikan bahwa rencana pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tetap dilakukan oleh pemerintah. Tentu dengan kajian yang komprehensif agar alutsista yang didatangkan dapat berfungsi optimal untuk kebutuhan pertahanan Indonesia.
”Terkait opsi pesawat lain, hingga saat ini belum ada keputusan pengalihan. Seluruh rencana pengadaan alutsista tetap melalui kajian menyeluruh dan keputusan strategis pemerintah,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menandatangani MoU dengan Boeing untuk pengadaan 24 F-15EX. Penandatangan berlangsung pada Agustus 2023. Saat itu Presiden Prabowo Subianto masih bertugas sebagai menteri pertahanan (menhan). Seiring berjalannya waktu, pengadaan pesawat tempur itu tidak kunjung sampai pada tahap penandatangan kontrak.
Regional Director for India, Asia, and Pacific Boeing Defense, Space, and Security Randy Rotte menyatakan bahwa pihaknya menempatkan program offset sebagai instrumen strategis dalam pengembangan kapabilitas inhan lokal di Indonesia, khususnya pada bidang pendidikan dan teknologi yang dibutuhkan untuk program pengembangan.
”Kami siapkan offset untuk Indonesia sebagaimana digariskan oleh undang-undang yang berlaku di Indonesia,” kata Rotte dalam seminar publik yang diselenggarakan oleh Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) dan Indonesia Defense Magazine (IDM) di arena Indo Defence 2024 pada Kamis, 12 Juni 2025.
Menurut Rotte, pihaknya yakin skema offset yang dibawa oleh Boeing dari pengadaan pesawat tempur F-15EX akan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang. Dia menyatakan bahwa salah satu fokus perusahaannya dalam program offset adalah pengembangan kapabilitas STEM atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Offset tersebut bakal dilakukan melalui kerja sama dengan sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan di Indonesia.
”Boeing membantu menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu mencetak talenta-talenta baru di bidang teknologi tinggi,” imbuhnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
