
KRI Raden Eddy Martadinata-331 dalam Rimpac 2024 di Hawaii, Amerika Serikat. (Dispenal)
JawaPos.com - KRI Raden Eddy-331 Martadinata masuk dalam jajaran kapal fregat milik TNI AL. Bersama KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Raden Eddy-331 masuk dalam kapal fregat Kelas Martadinata di Angkatan Laut. Kapal tersebut dibangun oleh PT PAL Indonesia bersama perusahaan asal Belanda, Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS). Sebagai kapal perang jenis fregat, KRI Raden Eddy-331 Martadinata dibuat dengan spesifikasi mumpuni.
Berdasar data dari Kementerian Pertahanan (Kemhan), KRI Raden Eddy-331 Martadinata merupakan kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) pertama yang dibangun oleh industri pertahanan dalam negeri.
”KRI Raden Eddy Martadinata-331 merupakan kapal PKR SIGMA 10514 pertama yang dibangun di galangan kapal dalam negeri PT PAL Indonesia,” terang Kemhan. Kapal perang tersebut mampu melaju dengan kecepatan maksimal mencapai 28 knot.
Sebagai kapal kombatan, KRI Raden Eddy-331 Martadinata tidak hanya dapat berlayar dalam kecepatan itu. Kapal perang tersebut dirancang untuk menjalankan berbagai jenis misi. Baik misi peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti kapal selam, peperangan anti serangan udara, sampai peperangan elektronika. Kemampuan tersebut dipadukan dengan sistem senjata mematikan. Sistem senjata pada kapal perang tersebut terdiri atas beberapa jenis.
Pertama meriam utama OTO Melara 76mm Super Rapid Gun. Kedua rudal Exocet MM40 Block III dengan daya jangkau efektif untuk menyerang dan menghancurkan sasaran sejauh 20-25 kilometer. Ketiga pengecoh rudal terma SKWS DLT - 12 T yang mampu membelokkan arah rudal, mengacaukan sensor rudal, mengacaukan jammer, hingga mengecoh infra merah dan frekuensi radio yang digunakan rudal udara ke permukaan.
Tidak hanya itu, KRI Raden Eddy-331 Martadinata juga dilengkapi dengan torpedo jenis ringan. Yakni Torpedo A244S yang memiliki kemampuan khusus mengincar sasaran di perairan dangkal. Kemudian disematkan pula sistem senjata meriam Clow In Weapon System (CIWS) Millennium Gun 35mm pada KRI Raden Eddy-331 Martadinata. Meriam CIWS itu berfungsi untuk menangkis serangan udara dan ancaman dari kapal permukaan dalam jarak dekat.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
