
Salah seorang mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) melakukan ikrar setia kepada NKRI dan Pancasila di Kantor Gubernur Jawa Timur, Senin (8/8). Moch Asim/Antara
JawaPos.com - Rohaniwan Antonius Benny Susetyo atau biasa dikenal Romo Benny mengatakan, pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) adalah langkah yang sangat besar dalam sejarah upaya deradkalisasi di Indonesia.
"Hal ini bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan perubahan paradigma dalam pola pikir para mantan anggota JI. Keputusan ini menunjukkan keberhasilan program deradikalisasi yang dilakukan," ujar Romo Benny yang juga merupakan Tenaga Ahli Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu, Rabu (10/7).
Romo Benny menyebut bahwa keputusan ini menunjukkan keberhasilan program deradikalisasi yang dilakukan pemerintah. Karena selama ini JI dikenal sebagai organisasi yang memiliki jaringan luas dan struktur yang solid. Mereka telah terlibat dalam berbagai aksi yang menciptakan ketakutan di masyarakat.
"Ketika sebuah organisasi sebesar dan sekuat JI memutuskan untuk membubarkan diri dan kembali ke pangkuan NKRI, itu berarti ada perubahan fundamental dalam cara mereka melihat dunia," katanya.
Dalam pendekatannya yang lebih filosofis, dia menambahkan bahwa pembubaran ini menunjukkan adanya keinginan kuat dari para mantan anggota JI untuk memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang benar. "Ini adalah sebuah tanda bahwa ada kesadaran yang tumbuh dalam diri mereka, bahwa jalan yang mereka pilih sebelumnya adalah keliru, kita juga perlu mengapresiasi peran ulama dan tokoh masyarakat dalam proses deradikalisasi ini. Menurutnya, tanpa dukungan dari tokoh agama yang dihormati, proses deradikalisasi tidak akan berjalan efektif," ujarnya.
Lebih lanjut Romo Benny juga menjelaskan tentang metode deradikalisasi melalui pendekatan humanis dan non-kekerasan adalah kunci utama dalam mengubah pola pikir para mantan anggota organisasi radikal. "Kita mengedepankan dialog, pendidikan, dan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai Pancasila," kata Benny.
Ia juga menambahkan, pendekatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga, tokoh agama, dan masyarakat. Pendekatan humanis yang dimaksud oleh Benny mencakup berbagai strategi yang bertujuan untuk menyentuh hati dan pikiran para mantan anggota JI.
"Salah satu strategi tersebut adalah mengadakan dialog secara berkala antara mantan anggota JI dengan para tokoh agama dan masyarakat. Dalam dialog ini, kita tidak hanya berbicara tentang ideologi, tetapi juga tentang nilai-nilai kemanusiaan dan pentingnya hidup damai dalam masyarakat," jelas Romo Benny.
Selain itu, katanya, dipandang perlu juga mengadakan berbagai program pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para mantan anggota JI tentang Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan. "Perlu kelas-kelas khusus yang diajarkan oleh para pakar dan ulama yang memiliki pemahaman mendalam tentang Pancasila," tambah Benny.
Program pendidikan ini tidak hanya terbatas pada teori, tetapi juga mencakup kegiatan praktik yang mengajarkan keterampilan hidup dan kerja sama dalam masyarakat. Karena deradikalisasi yang diterapkan dengan pendekatan humanis dan non-kekerasan.
"Ini penting untuk mengubah pola pikir para mantan pengikut organisasi radikal ini kembali kepada nilai-nilai Pancasila. Selain itu, diskusi juga menyoroti metode yang tepat dan efektif untuk menjaga kontinuitas deradikalisasi tersebut," ujarnya.
Sebab, dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga, bangsa ini bisa mengatasi tantangan dalam proses deradikalisasi dan menjaga kontinuitas program ini. "Dengan dukungan yang tepat, para mantan anggota JI bisa hidup mandiri dan berkontribusi positif bagi masyarakat, sehingga kita bisa membangun Indonesia yang lebih damai, toleran, dan inklusif," pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
