Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Desember 2016 | 02.15 WIB

Tangkal Situs Radikal, Cyber Army Diperlukan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Anggota Komisi I DPR Bobby Adhtyo Rizaldi menyatakan, situs-situs radikal mudah diretas dan ditangkal jika pemerintah memiliki cyber army.



Kata dia, basis aplikasi Asrar al Mujahidin yang sudah diluncurkan pada 2008 dari windows sebenarnya tidak terlalu sulit untuk diretas karena menggunakan email.



Apalagi, pasca Edward Joseph Snowden membocorkan informasi program mata-mata rahasia NSA kepada pers, enkripsi seperti aplikasi milik Bahrun Naim itu tidak terlalu canggih.



"Bila pemerintah serius memiliki cyber army, sangat mudah meretas dan menangkalnya," ujar Bobby kepada JawaPos.com, Minggu (25/12).



Sejatinya, komisi I DPR sudah meminta pemerintah untuk membuat badan koordinasi pertahan dan keamanan cyber. Namun, kata dia, kabarnya badan tersebut batal dibuat demi penghematan anggaran.



"Sempat digagas Badan Cyber Nasional, tali belum jelas sampai sekarang. Hal-hal di atas sbenarnya tidak sulit di tangkal," tegas Bobby.



Memang sejauh ini, sejumlah lembaga memiliki cyber security. Seperti, Kepolisian, BIN, Bais, BNPT, dan Lemsaneg.



Namun menurut politikus Partai Golkar itu, perlu ada leading sector dengan membentuk sebuah institusi terkait pertahanan cyber.



"Komisi I akan meminta pemerintah, menentukan lead sector dalam hal cyber security dan cyber defense itu dimana," pungkas Bobby. (dna/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore