
ILUSTRASI
Peang-Penjol maupun Cak Lontong bisa dikategorikan sebagai pelawak tradisional yang dalam kesehariannya memang dipenuhi humor. Budaya Banyumas yang melingkupi Peang-Penjol dan budaya Surabaya (budaya arek) yang membesarkan Cak Lontong memiliki karakter yang hampir sama, yaitu spontan, apa adanya, dan dipenuhi dengan celetukan-celetukan yang memancing orang untuk tertawa. Hal inilah yang membedakan dengan stand-up comedy yang kadang terasa menghafal teks. Beberapa artis stand-up comedy bahkan harus mengikuti kursus terlebih dahulu sebelum naik panggung. Alam telah menjadi guru terbaik bagi pelawak tradisional seperti Peang-Penjol ataupun Cak Lontong. (*)
---
PURNAWAN BASUNDORO, Dekan FIB Universitas Airlangga

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
