
ILUSTRASI
Ngasa di bulan puasa justru merupakan puncak ekstase spiritual masyarakat Jalawastu. Suasana teduh dan sejuk dari pepohonan yang menjulang tinggi di area pagedongan menambah nuansa spiritual upacara ngasa. Meski hanya dilakukan dengan pembacaan doa, masyarakat Jalawastu tetap khidmat sepanjang upacara berlangsung. Suasananya memang tidak seramai biasanya, namun justru lebih khusyuk, karena keheningan membawa aura sakral dari doa-doa yang dirapal. (*)
---
*) KRH SASTRONAGORO
Nama lain dari DIMAS INDIANTO S. BUDAYAWAN, dosen UIN Saizu Purwokerto, dan peneliti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Reh Pakoenegaran.

7 Kebiasaan Malam Orang yang Tidak akan Pernah Berhasil dalam Hidup Menurut Psikologi
8 Rekomendasi Kuliner Bebek Terenak di Jogja: Sambal Menyala, Porsi Melimpah dan Rasa Istimewa
9 Rekomendasi Gudeg Koyor Paling Nendang di Semarang, Kuliner Tradisional dengan Rasa Sultan
7 Rekomendasi Brongkos Paling Ngangenin di Jogja, Kuliner Khas dengan Rasa Manis Gurih Pedas
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap Kejagung Terkait Perkara Tambang
13 Rekomendasi Mie Ayam Enak di Jogja, Kuliner Kaki Lima yang Rasanya Bak Resto Bintang Lima
15 Tempat Kuliner di Jogja untuk Sarapan Pagi Paling Murah Meriah tapi Rasa Tetap Istimewa
Rekomendasi Kuliner Sate Kambing Terenak di Jogja: Daging Empuk di Lidah, Bumbu Meresap Sempurna
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs Madura United di Derbi Suramadu! Misi Bangkit di Hadapan Bonek
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Madura United! Momentum Bernardo Tavares Buktikan Magisnya di GBT
