
Jamaah haji berjalan kembali ke tenda di Mina usai melontar Jumrah Aqabah di Jamarat pada 27 Mei lalu. Fase Mina menjadi yang terberat selama puncak haji. (Media Center Haji 2026)
JawaPos.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengusulkan anggaran Rp 4 triliun, untuk membayar uang muka atau down payment (DP) layanan operasional ibadah haji 1448 hijriah atau 2027 masehi.
Usulan itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di kompleks parlemen Senayan Jakarta, Selasa (14/7).
"Uang muka tersebut pada prinsipnya akan diperhitungkan sebagai pengurang dalam permintaan dana Badan Pengelola Ibadah Haji (BPIH) berikutnya," terang Irfan sebagaimana dilansir dari Antara.
Anggaran tersebut setara dengan SAR 858,74 juta, dengan asumsi kurs satu riyal sebesar Rp 4.666,67.
Baca Juga:KPK Segera Adili Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Gus Yaqut: Agar Terbuka yang Benar dan Salah
Dana itu akan digunakan membayar DP untuk 2 layanan. Yakni biaya sewa tenda senilai SAR 173,20 juta atau setara Rp 808,3 miliar, serta paket layanan dasar dan pengurusan visa senilai SAR 685,53 juta atau Rp 3,199 triliun.
Menurut Irfan, uang muka ini bersifat sangat mendesak demi memenuhi ketetapan linimasa dari Pemerintah Arab Saudi.
Untuk Haji 2027, otoritas Saudi mewajibkan seluruh negara pengirim jamaah melakukan transaksi kontraktual lewat platform tunggal Nusuk Masar menggunakan dompet digital (e-wallet).
Berdasarkan aturan terbaru Kerajaan Arab Saudi, periode konfirmasi pemesanan kontrak awal lokasi tenda di periode Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada musim haji 1448 Hijriah ditetapkan mulai 1 Safar atau 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Percepatan pembayaran uang muka ini juga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mendapatkan posisi penempatan tenda jamaah yang lebih strategis. Khususnya bila ada negara lain yang terlambat melakukan konfirmasi.
Baca Juga:Segera Jalani Sidang Dugaan Korupsi Kuota Haji, Eks Menag Yaqut Bakal Ungkap Keterlibatan Pihak Lain
Selain terkait pemesanan tempat, uang tersebut juga untuk mengantisipasi potensi kenaikan biaya Masyair yang signifikan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
