
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf. (Istimewa)
JawaPos.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf meminta seluruh jajaran penyelenggara haji terbuka mengungkap berbagai kekurangan selama pelaksanaan ibadah haji 2026. Dengan catatan, bukan dengan niat untuk saling menyalahkan tetapi untuk memperbaiki di penyelenggaraan haji berikutnya.
"Banyak hal yang akan tentu kita evaluasi nanti. Saya minta dievaluasi nanti kita tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua harus kita buka berbagai kesalahan, berbagai kekurangan kita buka selebar-lebarnya tanpa berpretensi untuk menyalahkan satu sama lain," ujar Irfan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2026, Sabtu (4/7).
"Kita buka kesalahan-kesalahan, kita buka kekurangan-kekurangan dengan tujuan untuk perbaikan, bukan untuk saling menyalahkan," imbuhnya.
Irfan mengatakan, rakernas evaluasi harus menjadi momentum untuk membenahi berbagai aspek pelayanan haji. Menurutnya, setiap catatan yang muncul selama operasional haji 2026 perlu dirumuskan menjadi langkah perbaikan yang konkret.
Ia mencontohkan, pelayanan di Mina yang masih menjadi salah satu titik lemah dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Karena itu, pembahasan mengenai perbaikan layanan di kawasan tersebut harus menjadi salah satu fokus utama dalam rakernas.
"Berbagai hal yang sudah disinggung oleh Ketua Komisi VIII tadi tentu menjadi catatan juga bagi kami, termasuk bagaimana kita bisa memperbaiki pelayanan kita di Mina. Kita tahu Mina menjadi salah satu titik kelemahan kita dalam pelayanan kemarin. Apa pun yang bisa kita lakukan untuk perbaikan Mina tentu harus kita rumuskan pada rakernas evaluasi ini," bebernya.
Selain pelayanan di Mina, Irfan juga menyoroti aspek kesehatan jemaah yang menurutnya masih memerlukan perhatian serius. Meskipun angka kematian jemaah haji pada 2026 berhasil ditekan sekitar 25 persen dibandingkan sebelumnya, jumlah tersebut dinilai masih terlalu tinggi.
"Angka kematian sekitar 350 jemaah masih besar. Karena itu, salah satu pekerjaan rumah nanti adalah terkait dengan istitaah kesehatan," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga mengungkapkan sejumlah inovasi yang diterapkan pada penyelenggaraan haji 2026, di antaranya alokasi kuota provinsi yang lebih berkeadilan, penurunan biaya haji sebesar Rp 2 juta, hingga pembagian kartu Nusuk kepada jemaah sejak masih berada di Tanah Air. Menurutnya, berbagai pembaruan tersebut telah memberikan manfaat yang langsung dirasakan oleh para jemaah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
