Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah Chandra Sulistio Reksoprodjo di Asrama HAji Pondok Gede Jakarta Timur, Senin (12/1/2026). (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah Chandra Sulistio Reksoprodjo mewanti-wanti agar petugas haji benar-benar menjaga integritasnya selama bertugas di Tanah Suci.
Salah satunya adalah tidak menerima uang dari jamaah dengan alasan apapun. Termasuk bila jamaah berniat memberi sebagai ucapan terima kasih karena sudah dibantu.
“Saya tidak mau dengar petugas terima uang dari jamaah. Kalau ada, Kami akan ambil tindakan,” ujar Chandra saat menyampaikan materi tugas dan fungsi petugas haji di Asrama Haji Poindok Gede, Jakarta Timur, Senin (12/1) malam.
Bila jamaah memaksa memberi uang, petugas Haji diminta mengarahkan jamaah agar uang itu disedekahkan pada tim pelayan tamu Allah asal negara lain, seperti Bangladesh.
Selain persoalan integritas, dikhawatirkan ada oknum jamaah yang akan berlaku seenaknya pada petugas haji karena merasa sudah memberi uang.
Chandra juga meminta petugas agar bisa menjadi teladan bagi jamaah Haji. Dia mengingatkan, sebagian jamaah haji tidak berkomentar langsung apabila melihat ada petugas yang perilakunya dinilai tidak ideal menurut mereka.
Namun di belakang, tiba-tiba saja si petugas sudah viral di media sosial dengan daftar ‘dosa’ versi si pengunggah.
Ada pula jamaah yang mungkin karena kelelahan usai perjalanan panjang, emosinya mudah ersulut ketika melihat ada hal yang tak ideal menurut mereka. Dalam kondisi tersebut, petugas harus siap dimaki-maki jamaah.
”Tangani keluhan cepat dan tepat. Jangan saling menyalahkan. Disiplin, tenang. Tenangkan juga jamaahnya,” ucap mantan kepala Biro SDM KPK itu.
Prinsipnya, petugas harus menjaga cara bicara kepada jamaah dalam kondisi apapun, meskipun si petugas sedang lelah. Pakai bahasa yang santun, dan jaga akhlak di depan jamaah.
Kadang, ada jamaah yang benar-benar tidak mau tenang meski petugas sudah berusaha menenangkan dan melayani kebutuhannya dengan baik. Bila menghadapi kondisi tersebut, maka jurus pamungkas harus dikeluarkan.
”Sampaikan pada jamaah, sabar dulu. Ini tanah Haram. Kami akan bantu bapak/ibu. Saat ini kita ada di tanah Haram, jadi kita perlu jaga suasana ibadah kita di sini,” imbuhnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
