
Ilustrasi jamaah umrah di Masjidil Haram, Makkah. (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemerintah dan DPR secara resmi melegalkan umrah mandiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
Meski demikian, umrah mandiri sejatinya sudah dilakukan masyarakat Indonesia sejak beberapa tahun belakangan.
Salah satu yang melakukan umrah mandiri adalah Ella Bahamady. Kepada JawaPos.com, dia mengaku melaksanakan haji kecil di sela-sela rangkaian solo traveling yang dijalaninya selama 95 hari ke 7 negara (Uzbekistan, Azerbaijan, Georgia, Armenia, Turki, Maroko, Saudi Arabia) pada 30 Agustus 2023 hingga 2 Desember 2023.
"Tahun 2023 saya umrah pakai visa transit, sudah sepaket sama tiket pesawat Saudi Airlines. Saat beli tiket Saudi Airlines, jika transit lebih dari 16 jam bisa apply visa transit. Waktu itu saya transit 4 hari lalu saya gunakan untuk umrah,"jelas Ella kepada JawaPos.com.
Dia mengaku tidak perlu mengurusi visa secara manual karena langsung mengisi form di laman website Saudi Airlines pada saat proses pembelian tiket.
Ella melakukan umrah mandiri karena sebelumnya sudah pernah punya pengalaman melaksanakan ibadah umrah menggunakan travel.
Ella juga mengatakan, dirinya hanya mengeluarkan dana sekitar Rp 2.410.856 selama 4 hari berada di Tanah Suci dalam rangka melaksanakan ibadah umrah.
"Karena saya cuma 4 hari, biaya selama di sana totalnya sekitar Rp 2 juta, itu sudah include transport, penginapan, dan makan," ungkap Ella. namun, di luar biaya untuk tiket pesawat.
Ella tidak mengalami kesulitan dalam hal mencari tempat penginapan selama di Makkah karena punya kenalan WNI yang pernah menjadi pembimbing umrah sebelumnya.
"Jadi, beliau bantu carikan kenalan WNI yang menyewakan penginapan. Selain hotel, ada opsi penginapan lain namanya Dar. Itu kayak hostel, jadi 1 kamar ada banyak kasur, kita sewa per-kasur, sekamar bareng orang lain. Untuk menghemat biaya saya menginap di Dar, yang punya orang Indonesia," tuturnya.
Angka Rp 2.410.856 yang dihabiskan selama berada di tanah suci bukan hanya untuk sewa penginapan dan makan saja. Tapi mencakup pembelian simcard STC 15 Gb, kereta haramain railway, bus, dan lain-lain.
Untuk sewa penginapan, biaya yang dikeluarkan Ella sekitar Rp 68 ribu setiap malamnya. Adapun konsumsi makanan selama di Tanah Suci sebanyak 3 kali sehari.
Dia mengonsumsi makanan Indonesian food, warung Bangladesh, hingga Malaysian food yang ada di sekitar Dar.
Ella menegaskan tidak mengalami kendala dalam hal bahasa karena ada banyak orang Indonesia di Tanah Suci.
"Bahasa aman sih selama di sana, di Saudi banyak banget orang Indonesia, petugas di bandara sama pedagang juga banyak yang bisa bahasa Indonesia. Jadi, walaupun umrah mandiri insya Allah aman," tuturnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
