Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 02.26 WIB

Wacana Haji Jalur Laut Direspons Positif Kalangan Pengusaha Travel, Bisa Jadi Alternatif Bagi Masyarakat

Jemaah haji memadati jalan menuju jamarat untuk melakukan lempar jumrah saat nafar awal, Sabtu (7/6). (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com) - Image

Jemaah haji memadati jalan menuju jamarat untuk melakukan lempar jumrah saat nafar awal, Sabtu (7/6). (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Wacana haji maupun umrah lewat jalur laut yang disuarakan Menag Nasaruddin Umar mendapatkan respon positif dari kalangan pengusaha travel.

Di antaranya disampaikan oleh Ketua Umum Kebersamaan Pengusaha Travel Haji Umrah (Bersathu) Wawan Suhada. "Pada prinsipnya kami menyikapi usulan jalur laut patut dicoba," katanya saat dihubungi Kamis (10/7). 

Namun dia mengatakan, pelaksanaan haji maupun umrah lewat jalur laut banyak tantangannya. Pertama adalah durasinya.

Perjalanan ke Arab Saudi dengan pesawat jauh lebih cepat dibandingkan dari jalur laut. Kemudian secara biaya, haji lewat jalur udara menurut dia malah relatif terjangkau. 

Meski demikian, Wawan mengatakan bahwa haji dan umrah lewat jalur laut patut untuk dicoba. Namun tidak boleh dipaksakan. "Artinya sebagai alternatif," katanya. Jadi masyarakat atau calon jamaah yang menentukan. Apakah mau memilih lewat jalur laut atau udara. 

Dia juga mengatakan, perjalanan dari Indonesia ke Saudi via jalur laut bisa memakan waktu berhari-hari. Maka harus dipikirkan juga kegiatan selama dalam perjalanan. Misalnya diisi dengan pengajian atau sejenisnya.

Menurut Wawan, panjangnya durasi perjalanan laut menuju Saudi akan berdampak dengan biaya selama perjalanan. Jadi belum bisa dipastikan, haji lewat jalur laut bakal lebih murah dibandingkan lewat udara. 

Diberitakan sebelumnya, perjalanan haji lewat jalur laut itu disinggung langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

Informasi haji lewat jalur laut langsung mendapatkan respon beragam oleh publik. Karena selama ini, pemahaman masyarakat modern bahwa berhaji termasuk umrah, menggunakan transportasi udara. Itu pun memakan waktu sekitar 10 jam penerbangan. 

Ditemui di kantornya , Rabu (9/7), Nasaruddin menegaskan, penggunaan jalur laut untuk keberangkatan jamaah haji dan umrah Indonesia masih sebatas wacana.

Maka Kemenag belum dapat memastikan apakah moda transportasi laut dapat menjadi opsi tambahan di samping penerbangan untuk haji dan umrah. 

"Itu masih dalam wacana, dalam wacana," ujar Nasaruddin Umar saat ditanya wartawan usai kick-off Annual International Conference on Islam, Science, and Society Plus (AICIS+) 2025 di Jakarta Pusat (9/7).

Kemenag sendiri sudah pernah menyampaikan wacana haji lewat jalur laut tersebut kepada Pemerintah Arab Saudi.

Sejauh ini, kemungkinan penggunaan jalur laut untuk perjalanan haji dan umrah masih terus didiskusikan dengan otoritas Kerajaan Saudi.

Sebelumnya dalam peluncuran SGIE Report 2024/2025 dan peringatan satu dekade Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) di Bappenas, Selasa (8/7), Nasaruddin mengatakan Pemerintah tengah menjajaki kemungkinan dibukanya jalur laut sebagai alternatif pelaksanaan ibadah umrah dan haji. Dia menyebut inisiatif ini sedang didiskusikan dengan otoritas Saudi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore