
Jemaah haji memadati jalan menuju jamarat untuk melakukan lempar jumrah saat nafar awal, Sabtu (7/6). (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Wacana haji maupun umrah lewat jalur laut yang disuarakan Menag Nasaruddin Umar mendapatkan respon positif dari kalangan pengusaha travel.
Di antaranya disampaikan oleh Ketua Umum Kebersamaan Pengusaha Travel Haji Umrah (Bersathu) Wawan Suhada. "Pada prinsipnya kami menyikapi usulan jalur laut patut dicoba," katanya saat dihubungi Kamis (10/7).
Namun dia mengatakan, pelaksanaan haji maupun umrah lewat jalur laut banyak tantangannya. Pertama adalah durasinya.
Perjalanan ke Arab Saudi dengan pesawat jauh lebih cepat dibandingkan dari jalur laut. Kemudian secara biaya, haji lewat jalur udara menurut dia malah relatif terjangkau.
Meski demikian, Wawan mengatakan bahwa haji dan umrah lewat jalur laut patut untuk dicoba. Namun tidak boleh dipaksakan. "Artinya sebagai alternatif," katanya. Jadi masyarakat atau calon jamaah yang menentukan. Apakah mau memilih lewat jalur laut atau udara.
Dia juga mengatakan, perjalanan dari Indonesia ke Saudi via jalur laut bisa memakan waktu berhari-hari. Maka harus dipikirkan juga kegiatan selama dalam perjalanan. Misalnya diisi dengan pengajian atau sejenisnya.
Menurut Wawan, panjangnya durasi perjalanan laut menuju Saudi akan berdampak dengan biaya selama perjalanan. Jadi belum bisa dipastikan, haji lewat jalur laut bakal lebih murah dibandingkan lewat udara.
Diberitakan sebelumnya, perjalanan haji lewat jalur laut itu disinggung langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Informasi haji lewat jalur laut langsung mendapatkan respon beragam oleh publik. Karena selama ini, pemahaman masyarakat modern bahwa berhaji termasuk umrah, menggunakan transportasi udara. Itu pun memakan waktu sekitar 10 jam penerbangan.
Ditemui di kantornya , Rabu (9/7), Nasaruddin menegaskan, penggunaan jalur laut untuk keberangkatan jamaah haji dan umrah Indonesia masih sebatas wacana.
Maka Kemenag belum dapat memastikan apakah moda transportasi laut dapat menjadi opsi tambahan di samping penerbangan untuk haji dan umrah.
"Itu masih dalam wacana, dalam wacana," ujar Nasaruddin Umar saat ditanya wartawan usai kick-off Annual International Conference on Islam, Science, and Society Plus (AICIS+) 2025 di Jakarta Pusat (9/7).
Kemenag sendiri sudah pernah menyampaikan wacana haji lewat jalur laut tersebut kepada Pemerintah Arab Saudi.
Sejauh ini, kemungkinan penggunaan jalur laut untuk perjalanan haji dan umrah masih terus didiskusikan dengan otoritas Kerajaan Saudi.
Sebelumnya dalam peluncuran SGIE Report 2024/2025 dan peringatan satu dekade Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) di Bappenas, Selasa (8/7), Nasaruddin mengatakan Pemerintah tengah menjajaki kemungkinan dibukanya jalur laut sebagai alternatif pelaksanaan ibadah umrah dan haji. Dia menyebut inisiatif ini sedang didiskusikan dengan otoritas Saudi.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
