
Kapal Ferry milik ASDP di Pelabuhan Merak. (Istimewa)
JawaPos.com - Bagi sebagian orang, bepergian dengan kapal laut bisa jadi pengalaman menyenangkan. Namun bagi yang belum terbiasa, gelombang tinggi dan ayunan kapal sering kali memicu mabuk laut.
Kabar baiknya, tidak semua jalur pelayaran di Indonesia identik dengan ombak besar. Sebagai negara kepulauan, Indonesia justru memiliki banyak rute laut pendek dengan karakter perairan yang relatif tenang, terutama saat cuaca normal.
Jalur-jalur ini umumnya terlindung oleh pulau besar, berada di laut dangkal, atau memiliki jarak tempuh singkat. Tak heran jika rute-rute tersebut menjadi pilihan favorit masyarakat untuk menyeberang antarpulau tanpa rasa cemas berlebihan.
Berikut tujuh jalur laut di Indonesia yang dikenal relatif minim gelombang tinggi dan cocok untuk penumpang yang mudah mabuk laut.
1. Selat Sunda (Merak–Bakauheni)
Jalur penyeberangan antara Pulau Jawa dan Sumatra ini mungkin yang paling familier bagi masyarakat. Selat Sunda dikenal sebagai perairan yang relatif aman karena terlindung oleh daratan di kedua sisi. Gelombangnya cenderung lebih bersahabat dibanding laut lepas, terutama saat kondisi cuaca normal.
Tak heran jika rute Merak–Bakauheni menjadi tulang punggung mobilitas darat antarpulau, dengan frekuensi kapal feri yang tinggi setiap hari. Waktu tempuh yang singkat juga membantu mengurangi risiko mabuk laut.
2. Laut Jawa (Jalur Pantai Utara Jawa)
Laut Jawa, khususnya di jalur Pantura, memiliki karakter perairan dangkal yang membuat gelombangnya cenderung lebih stabil. Rute ini banyak dilalui kapal penumpang dan logistik, seperti pelayaran dari Surabaya ke Jakarta atau menuju Kalimantan.
Karena tidak langsung berhadapan dengan samudra, ayunan kapal di Laut Jawa biasanya lebih ringan. Kondisi ini menjadikannya salah satu jalur laut yang relatif ramah bagi penumpang pemula.
3. Selat Bali (Ketapang–Gilimanuk)
Penyeberangan dari Ketapang di Banyuwangi menuju Gilimanuk di Bali dikenal sebagai salah satu rute tersibuk di Indonesia. Meski arus laut di Selat Bali kadang cukup kuat bahkan dalam beberapa kondisi bisa dikatakan berbahaya, tinggi gelombangnya umumnya masih dalam batas nyaman.
Jarak penyeberangan yang pendek menjadi keunggulan utama jalur ini. Dalam kondisi normal, perjalanan berlangsung cepat sehingga penumpang tidak terlalu lama terpapar gerakan kapal.
4. Selat Malaka (Pesisir Timur Sumatra)
Selat Malaka merupakan jalur pelayaran internasional yang sangat vital. Keunikan selat ini adalah posisinya yang terlindung oleh Pulau Sumatra dan Semenanjung Malaya, membuat perairannya relatif lebih tenang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022