
Anggota tim Layanan Lansia, Disabilitas dan Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP2JH), Yundarini. (MCH)
JawaPos.com – Di tengah hiruk-pikuk fase pemulangan jemaah haji pasca puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), suasana berbeda terasa di hotel transit Makkah. Di sinilah para jemaah lansia dan disabilitas yang mengikuti safari wukuf (rangkaian ibadah wukuf menggunakan bus karena kondisi fisik tak memungkinkan) kembali beristirahat, menunggu dijemput untuk kembali ke kloter masing-masing.
Di sela pelayanan teknis dan logistik, kisah humanis datang dari petugas bernama Yundarini, anggota tim Layanan Lansia, Disabilitas dan Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP2JH). Setiap hari, Yundarini bersama rekan-rekannya menjadi pengganti anak-anak dari jemaah yang tak mampu merawat dirinya sendiri.
“Kami mandikan, kami suapi, kami pakaikan popok, dan bahkan kami cuci baju mereka,” ujarnya.
Ia mengaku semua dilakukan bukan karena kewajiban semata, tapi karena rasa kemanusiaan. “Itu kami lakukan dengan tulus, seperti melayani orang tua sendiri,” lanjutnya.
Tak jarang, para jemaah lansia melontarkan ucapan terima kasih yang tak biasa. “Ada yang bilang, ‘Ibu, saya mau catat nama Ibu, nanti saya doakan setiap hari.’ Itu menyentuh sekali,” kisah Yundarini.
Baginya, doa seperti itu jadi energi tambahan untuk terus melayani, meski kelelahan kerap menghampiri.
Bentuk pelayanannya bukan hanya fisik. Banyak jemaah yang butuh teman bicara. “Mereka cerita soal rumah, anak, cucu. Ada yang hanya ingin ditemani minum teh,” ungkapnya.
Kadang mereka terkejut dengan fasilitas yang baru mereka rasakan. Misalnya, ada yang baru pertama kali mandi pakai air hangat. Mereka lantas bilang, enak banget. Ada pula momen menghibur. Seorang jemaah mengaku baru tahu cara menggunakan dispenser.
“Dia bilang, ‘Oh ternyata semudah ini bikin kopi ya, Bu.’ Kami tertawa bersama,” ujar Yundarini mengenang.
Namun, ada juga situasi yang cukup menantang. Misalnya, ada lansia yang menolak mandi. Dia dan petugas lain membujuk dengan lembut, bahkan kadang dinyanyikan lagu anak-anak terlebih dahulu. Pendekatan yang humanis ini terbukti efektif. Banyak lansia akhirnya menurut dan mau dibersihkan.
Apalagi, sebagian dari mereka mengalami kondisi kognitif seperti demensia. Meski sulit berkomunikasi, pelayanan tetap diberikan sepenuh hati. “Kami tahu mereka sedang tidak bisa mengenali siapa-siapa. Tapi kami tetap rawat. Itu amanah,” tegasnya.
Logistik pun dipastikan tercukupi. Yundarini menyebut, kebutuhan popok dicukupi, begitu juga dengan makanan. Kalau mereka butuh bubur, tim PKP2JH juga membantu menyuapi sampai habis. Bahkan, Yundarini sering menemukan uang di kantong baju kotor milik jemaah.
“Kami cuci, keringkan, lalu kembalikan. Itu bukan tugas kami, tapi rasa tanggung jawab kami,” tambahnya.
Isu miring tentang layanan lansia yang sempat beredar di media sosial juga ia tanggapi tegas. “Saya sendiri mengalami. Semua teman-teman di lapangan bekerja dengan hati,” ujarnya. Baginya, kritik harus dijawab dengan kerja nyata.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
