
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo. (Kemenag)
JawaPos.com – Persiapan safari wukuf untuk jemaah haji lansia, risiko tinggi (risti), dan disabilitas jelang puncak haji, Kamis (5/6) terus dimatangkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI, Liliek Marhaendro Susilo, memastikan semua mekanisme sudah disiapkan dengan rinci agar para jemaah tetap dapat melaksanakan wukuf di Arafah. Meski, kondisi kesehatan mereka terbatas.
“Jadi hari ini kami akan jemput jemaah-jemaah yang sudah layak pulang dari rumah sakit untuk nanti kami persiapkan mereka mengikuti safari wukuf,” ujar Liliek di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Selasa (3/6).
Sejak siang, para jemaah lansia, risti, dan disabilitas mulai dipindahkan ke Hotel Asila Al-Andalus di Makkah, Arab Saudi, yang menjadi tempat transit untuk peserta safari wuku. Di hotel itu, mereka akan menjalani tahap persiapan.
Menurut Liliek, pada Kamis (5/6) atau 9 Dzulhijah pagi, selepas Subuh, para peserta safari wukuf akan diangkut menggunakan bus menuju Arafah. Sekitar pukul 10 pagi, bus akan bergerak dan sampai di Arafah untuk menunggu masuknya waktu wukuf.
“Pada saat wukuf nanti dipimpin salat berjemaah, Dzuhur dan Asar diqashar. Kemudian, ada ceramah atau khutbah wukuf di sana,” jelas Liliek. Setelah khutbah, jemaah akan diberikan waktu sekitar satu jam untuk berdoa sebelum akhirnya bus membawa mereka kembali ke KKH MakkahI.
Setibanya di KKHI, mereka akan dirawat sementara hingga rombongan utama dari fase Armuzna selesai dan kembali ke hotel. Baru setelah hotel ditempati rombongan, akomodasi dan konsumsi siap, para jemaah safari wukuf dikirimkan kembali ke hotel masing-masing.
Untuk mendukung mobilisasi, Kemenkes menyiapkan empat bus khusus: dua unit untuk jemaah dengan posisi duduk (masing-masing berkapasitas 25 orang) dan dua unit untuk jemaah yang harus berbaring (masing-masing berkapasitas 8 orang).
Total jemaah yang akan melakukan safari wukuf saat ini masih terus didata. Namun, Liliek memprediksi jumlahnya sekitar 75–78 jemaah,
“Safari wukuf ini menggunakan bus, bukan ambulans. Yang untuk berbaring itu tempat duduknya nggak ada, seperti bus di bandara,” terang Liliek. Bus khusus ini dirancang agar jemaah yang tidak mampu duduk tetap bisa ikut wukuf dengan aman.
Safari wukuf ini menjadi salah satu ikhtiar pemerintah untuk memastikan jemaah rentan tetap bisa memenuhi rukun wukuf, yang merupakan inti dari ibadah haji, tanpa harus memaksakan kondisi fisik mereka yang terbatas.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
