Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Mei 2025 | 05.20 WIB

Mengenal Murur, Skema Melintas Muzdalifah yang Dijamin Sah Menurut Fikih Haji

Musytasyar Dini PPIH Arab Saudi, KH M. Ulinnuha. (MCH 2025) - Image

Musytasyar Dini PPIH Arab Saudi, KH M. Ulinnuha. (MCH 2025)

JawaPos.com – Puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah, akan berlangsung pada Kamis, 5 Juni 2025, atau tinggal kurang dari seminggu lagi. Hari ini, Jumat (30/5), persiapan terus dimatangkan, termasuk penerapan skema murur bagi jemaah haji Indonesia.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menegaskan bahwa murur sah secara fikih dan dibolehkan bagi jemaah lansia, risiko tinggi (risti), dan disabilitas.

Musytasyar Dini PPIH Arab Saudi, KH M. Ulinnuha, menjelaskan, murur adalah skema pergerakan jemaah haji dari Arafah dengan bus, yang hanya melewati Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan. Mereka langsung melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan lempar jumrah dan mabit.

“Dalam riwayat sahih, sejumlah sahabat yang bertugas memberi makan, menggembala, atau kaum perempuan yang khawatir mengalami haid lebih awal, diberi izin oleh Nabi Muhammad SAW untuk tidak mabit di Muzdalifah,” terang KH Ulinnuha di Makkah, Jumat (30/5).

Ia menambahkan, secara fikih, mabit di Muzdalifah memang merupakan bagian dari wajib haji. Namun, dalam kondisi tertentu, seperti uzur fisik, lansia, atau alasan syar’i lainnya, jemaah dibolehkan untuk tidak bermalam di Muzdalifah.

Menurut KH Ulinnuha, berdasarkan pendapat Mazhab Hanafi, mabit di Muzdalifah hukumnya sunnah. Karena itu, pelaksanaan murur diperbolehkan, hajinya sah, dan jemaah tidak dikenakan dam.

“Salah satu fatwa dari ulama Mesir menyebutkan bahwa murur dibolehkan karena mustahil bagi jutaan jemaah menempati Muzdalifah dalam waktu bersamaan. Ini menjadi dasar PPIH menerapkannya secara selektif, khususnya bagi jemaah lansia, disabilitas, dan yang uzur,” ujarnya.

Tahun ini, diperkirakan sekitar 50.000 jemaah haji Indonesia akan mengikuti skema murur. PPIH menegaskan bahwa pendataan telah dilakukan sejak di Tanah Air, dengan melibatkan tim kesehatan, bimbingan ibadah, serta petugas kloter untuk memastikan siapa saja yang masuk kategori layak mengikuti murur.

KH Ulinnuha berharap seluruh rangkaian ibadah haji, termasuk murur, dapat berjalan lancar. “Semoga semua rangkaian ibadah haji tahun ini berjalan lancar. Mari kita jaga niat, kesehatan, dan kekhusyukan, serta memohon kepada Allah agar dikaruniai haji yang mabrur,” tuturnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore