
Menag Nasaruddin Umar menyampaikan keterangan jelang memimpin keberangkatan rombongan amirul hajj ke tanah suci. (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Rombongan Amirul Hajj 2025 resmi berangkat ke Arab Saudi hai ini, Kamis (29/5). Seperti biasanya, rombongan dipimpin langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Dia berpesan bahwa puncak haji semakin dekat, dan jamaah diminta bersiap dan jaga kesehatan.
Sebelum berangkat menggunakan bus menuju bandara Soekarno-Hatta dari kantor Kemenag, jajaran Amirul Hajj menggelar rapat tertutup.
Selain Nasaruddin Umar, ada Menteri PP-PA Arifatul Choiri Fauzi, Kepala BPOM Taruna Ikrar, Penasehat Khusus Presiden urusan haji Muhadjir Effendi dan lainnya.
"Alhamdulillah kami baru saja menyelesaikan rapat. Termasuk pembagian tugas," kata Nasaruddin. Dia mengatakan, tim Amirul Hajj menjalankan tugas negara di Saudi sekitar 20 hari.
Nasaruddin lantas menyampaikan misi penyelenggaraan haji dimulai 1 Mei lalu. Sebanyak 482 kloter sudah diterbangkan dari tanah air ke Saudi. Dengan total 180 ribuan jamaah dan didominasi perempuan.
Tokoh yang juga Imam besar Masjid Istiqlal itu mengatakan, saat ini fokus layanan haji di Saudi terkonsentrasi di Kota Makkah. Karena di Madinah sudah kosong sejak beberapa hari lalu. Jamaah diimbau untuk mempersiapkan diri menyambut puncak haji pekan depan.
"Sekarang suhu di Makkah cukup panas, sekitar 50 derajat Celsius," katanya. Dia berharap jamaah tidak berlebihan dalam melakukan ibadah sunnah, sehingga kehabisan tenaga menjelang berangkat ke Arafah nantinya. Jangan sampai ibadah sunnah menjadi penghalang ibadah yang wajib.
Dia mencontohkan, jamaah jangan berlebihan melakukan ibadah umrah sunnah. Atau melakukan tur Kota Makkah secara berlebihan. Karena ibadah utama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina nanti juga akan sangat menyita energi.
Nasaruddin mengatakan, Saudi sudah menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah jatuh pada 28 Mei. Sama seperti Indonesia. Maka jamaah haji akan wukuf pada 5 Mei (9 Dzulhijjah).
Sehari sebelum wukuf, jamaah mulai diberangkatkan ke Arafah. Kemudian pada 5 Mei petang atau menjelang malam, jamaah mulai bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam. Kemudian baru ke Mina untuk mabit sekaligus melempar jumrah.
Nasaruddin kembali mengingatkan bahwa tidak semua jamaah tinggal di tenda Mina. Ada sekitar 30 ribu jamaah menginap di hotel yang tidak jauh dari jamarat atau tempat melempar jumrah. "Sehingga tenda Mina tidak sepadat tahun-tahun sebelumnya," imbuhnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
