Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 03.19 WIB

PPIH Sediakan Layanan Inovatif Kursi Roda untuk Lansia dan Disabilitas di Tanah Suci

Petugas haji membantu jemaah haji yang memerlukan kursi roda di Bir Ali, tempat mengambil miqat dan niat sebelum ke Makkah. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com) - Image

Petugas haji membantu jemaah haji yang memerlukan kursi roda di Bir Ali, tempat mengambil miqat dan niat sebelum ke Makkah. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menghadirkan inovasi layanan kursi roda bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas yang ingin melaksanakan umrah wajib. Jemaah yang membutuhkan layanan ini cukup menghubungi petugas kloter atau petugas sektor.

Kepala Bidang Layanan Lansia, Disabilitas, dan Penanganan Krisis serta Pertolongan Pertama pada Jemaah (PKP2JH) PPIH Arab Saudi, Suviyanto, menjelaskan bahwa pihaknya memfasilitasi jemaah menggunakan jasa pendorong kursi roda resmi di Masjidil Haram.

“Jemaah melapor ke ketua kloter, lalu ke ketua sektor, dan diteruskan ke kepala daerah kerja melalui kepala seksi layanan jemaah haji lansia dan disabilitas. Nanti, petugas sektor khusus Masjidil Haram akan membantu,” jelas Suviyanto.

Titik kumpul layanan berada di Terminal Jabal Kakbah dan Syib Amir. Dari sana, jemaah akan dipertemukan dengan penyedia kursi roda resmi. Tarifnya berkisar 250 SAR untuk paket lengkap thawaf dan sai, serta 100 SAR jika hanya menggunakan salah satu layanan

Selain itu, PPIH juga menyediakan kursi roda di sektor yang bisa dipinjam jemaah untuk dipakai mandiri selama ibadah, lalu dikembalikan.

Inovasi serupa diterapkan untuk ibadah di Raudhah, Madinah. Prosedurnya dimulai dengan laporan berjenjang dari ketua kloter hingga seksi bimbingan ibadah, yang selanjutnya akan mengantar jemaah ke Raudhah melalui koordinasi dengan petugas khusus Masjid Nabawi.

“Lansia dan penyandang disabilitas akan diberi kartu kendali agar terdata dan terlayani dengan baik,” ungkap Suviyanto.

Sejak kedatangan di bandara Arab Saudi, baik di Madinah maupun Jeddah, layanan untuk lansia dan disabilitas sudah disiapkan. Layanan fisik mencakup makanan, minuman, penggantian popok, hingga memandikan. Tak hanya itu, pendekatan psikologis juga diberikan agar jemaah tetap tenang selama beribadah.

Berdasarkan data Siskohat, terdapat 47.384 jemaah haji lansia dengan rentang usia mulai 65 hingga lebih dari 100 tahun.

Imbauan Menjelang Armuzna

Menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Suviyanto mengimbau jemaah lansia dan disabilitas untuk memprioritaskan ibadah wajib daripada ibadah sunnah.

“Mengingat cuaca ekstrem yang sangat panas, kami harap jemaah tidak terlalu banyak beraktivitas di luar hotel,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar jemaah selalu berkoordinasi dengan petugas jika membutuhkan sesuatu, agar terhindar dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore