
Ilustrasi ibadah haji. (Photo by Muhammad Khawar Nazir/Pexels)
JawaPos.com - Beribadah ke Tanah Suci merupakan impian yang tumbuh dalam hati setiap Muslim. Seperti dijelaskan dalam laman kbihu.bahrulmaghfirohmalang.or.id, menunaikan ibadah haji adalah kewajiban penting dalam menyempurnakan rukun Islam, khususnya bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat.
Di sisi lain, bagi yang belum memiliki kemampuan untuk berhaji, ibadah umrah bisa menjadi alternatif spiritual yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebelum melaksanakannya, penting bagi calon jemaah untuk memahami beragam istilah yang berkaitan dengan ibadah haji dan umrah.
Dalam ajaran Islam, setiap bentuk ibadah semestinya dilandasi dengan ilmu. Hal ini juga berlaku dalam pelaksanaan haji dan umrah, yang telah diatur dengan tata cara dan ketentuan yang jelas. Dengan beribadah berdasarkan ilmu, insyaAllah amalan yang dilakukan akan diterima oleh Allah SWT dan mendatangkan keberkahan.
Sambil menanti waktu yang tepat untuk berangkat ke Tanah Suci, sebagaimana disampaikan dalam artikel pcnucilacap.com, tidak ada salahnya mulai mempelajari istilah-istilah penting yang berkaitan dengan ibadah haji dan umrah. Pengetahuan ini menjadi bekal dasar yang bermanfaat bagi setiap Muslim yang bercita-cita menjadi tamu Allah.
Semoga upaya ini dapat menambah wawasan dan menjadi bagian dari persiapan spiritual menuju Tanah Suci. Lalu, apa saja istilah yang penting dipahami dalam ibadah haji dan umrah?
Berikut ini adalah daftar istilah yang perlu diketahui oleh calon jemaah sebelum melaksanakan ibadah haji maupun umrah.
Istilah Penting dalam Ibadah Haji dan Umrah
Berasal dari kata al-haraam yang berarti terlarang. Secara istilah, ihram adalah niat untuk memulai ibadah haji atau umrah, disertai dengan komitmen untuk menahan diri dari hal-hal tertentu seperti berkata kotor atau berjimak. Tanpa niat, ihram tidak sah.
Secara harfiah berarti batas. Ini adalah titik awal melafazkan niat ihram. Miqat dibagi dua:
Bulan-bulan khusus untuk ihram haji, yaitu Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah.
Lokasi spesifik untuk berihram, seperti Bir ‘Ali (bagi jamaah dari Madinah), Al Juhfa (Suriah), Qarn al Manaazil (Najed), Dzatu ‘Irq (Iraq), dan Yalamlam (Yaman).
Berarti berjalan cepat atau bergegas. Ini adalah ritual berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali antara Bukit Safa dan Marwah setelah thawaf. Jaraknya sekitar 400 meter per sekali jalan, sehingga total sekitar 2,8 kilometer.
Bagian dari Syi’ar-syi’ar Allah dan menjadi titik awal sa’i. Lokasinya adalah bukit kecil di dekat pintu Masjidil Haram (Bab al-Safa).
Bukit yang merupakan bagian dari mas’a (tempat sa’i). Diartikan sebagai batu besar yang keras atau bukit kecil di ujung gunung Qu’aiqu’aan.
Merupakan isim makan atau tempat untuk sa’i, yaitu jalur khusus antara Safa dan Marwah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
