Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 06.46 WIB

Perjuangan Siti Maimunah, Petani Cengkih 89 Tahun Asal Bali yang Berangkat Haji

Perjuangan Siti Maimunah, Petani Cengkih 89 Tahun Asal Bali yang Berangkat Haji. (Dokumentasi PPIH Embarkasi Surabaya) - Image

Perjuangan Siti Maimunah, Petani Cengkih 89 Tahun Asal Bali yang Berangkat Haji. (Dokumentasi PPIH Embarkasi Surabaya)

JawaPos.com - Tubuh boleh renta, usia boleh menua, tetapi semangatnya luar biasa. Itulah Siti Maimunah, 89 tahun. Di usia senjanya, jamaah haji asal Pulau Dewata ini diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Siti tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 71 dan menjadi jamaah tertua dari Bali. Beruntung, warga Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng ini tak berangkat sendiri.

Ia didampingi oleh anak tertuanya, Mariyati, 57 tahun. Mariyati menceritakan bahwa meski usia hampir 90 tahun, kondisi ibunya selama ini sehat, tidak ada riwayat gula darah (diabetes) maupun hipertensi.

"Alhamdulillah ibu saya sehat-sehat. Hanya saja 5 bulan lalu, mungkin karena faktor usia ya, ibu terkena serangan jantung sehingga kondisinya tidak sesehat dulu," tutur Mariyati mewakili ibunya kepada awak media di Surabaya, Kamis (22/5).

Ia menceritakan bahwa ibunya dan dirinya dapat mendaftar haji dari hasil bertani. Sehari-hari, Siti aktif bertani di kebun cengkih. Ia baru berhenti lima bulan lalu karena sakit jantung yang dideritanya.

"Sebelumnya masih aktif di kebun, sempat mengikuti manasik haji setelah diumumkan berangkat tahun ini. Setelah sakit jantung, ibu baru lebih banyak di rumah untuk pemulihan," imbuhnya.

Mariyati menceritakan bahwa sang ibunda sudah lama bermimpi menjadi tamu Allah. Siti Maimunah pun konsisten menyisihkan uang dari hasil panen cengkih untuk ditabung dan mewujudkan impiannya.

"Saat itu kami belum mampu. Ibu ini anaknya banyak, kami 9 bersaudara. Bapak sudah meninggal 27 tahun lalu. Alhamdulillah perjuangan kami tidak sia-sia, pada tahun 2019 kami bisa mendaftar haji," ucap Mariati.

Perempuan yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga ini sangat bersyukur karena adanya layanan kuota prioritas lansia dan juga kuota pendampingan lansia, sehingga ibundanya dapat berangkat lebih cepat.

"Tadi awal masuk asrama haji, ibu sempat dibawa ke poliklinik karena tekanan darahnya sedikit menurun, tetapi alhamdulillah sudah stabil. Semoga ibu dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan lancar." tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Siti Maimunah dan Mariyati telah tiba di Asrama Embarkasi Surabaya dan dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada Jumat (23/5) pukul 00.20 WIB. Kisah Siti Maimunah membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk beribadah. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore