Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief saat melepas petugas haji. (Media Center Haji 2025)
JawaPos.com – Penyelenggaraan ibadah haji 2025 membawa tantangan baru seiring perubahan sistem layanan dari satu syarikah (perusahaan penyedia layanan) pada 2024 menjadi delapan syarikah pada tahun ini.
Konsekuensinya, sejumlah dinamika muncul di lapangan. Salah satunya, banyak jemaah yang terpisah dengan pasangan, mahram, atau pendamping lansia akibat penempatan hotel dan layanan transportasi yang kini disesuaikan dengan syarikah masing-masing.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) menyadari hal ini dan langsung merespons dengan menyiapkan serangkaian solusi untuk menjawab keluhan jemaah.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief, menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan mekanisme untuk menyatukan kembali jemaah yang terpisah akibat skema layanan syarikah.
“Kami juga sudah mempersiapkan langkah-langkah yang bisa dilakukan, khususnya untuk reunifikasi penggabungan kembali suami-istri ataupun penggabungan mahram dan tentu saja antara lansia dan pendampingnya,” ujar Hilman saat konferensi pers di Makkah, Minggu (18/5).
Menurutnya, data ribuan jemaah yang mengajukan permohonan penggabungan sudah diserahkan kepada otoritas Arab Saudi melalui syarikah masing-masing.
“Kami harapkan tentu saja jemaah juga bisa tenang, dan staf kami berusaha keras untuk memproses pergeseran penggabungan secepatnya, khususnya ketika semua jamaah sudah tiba di Makkah,” imbuhnya.
Masalah lain yang tengah menjadi sorotan adalah keterlambatan distribusi kartu Nusuk. Kartu ini merupakan identitas resmi jemaah haji untuk bisa masuk ke Kota Makkah, Masjidil Haram, serta mengikuti puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Kami dalam koordinasi terakhir dengan syarikah bersepakat untuk melakukan akselerasi pendistribusian kartu Nusuk kepada jamaah haji Indonesia,” jelas Hilman.
Ia menambahkan, sebagian jemaah memang sudah menerima kartu tersebut, namun masih banyak yang belum. Karenanya, pemerintah dan syarikah sepakat mempercepat proses agar seluruh jemaah siap sebelum puncak ibadah.
Untuk mempercepat respons terhadap keluhan jemaah, Kemenag juga telah membuka berbagai kanal komunikasi resmi.
“Kami juga sudah memiliki hotline ataupun WhatsApp, agar jamaah bisa mengkomunikasikan masalah dengan cepat,” ujar Hilman.
Selain itu, jemaah juga dapat menggunakan platform digital Kawal Haji untuk menyampaikan keluhan terkait konsumsi, transportasi, akomodasi, hingga ibadah.
“Semua masalah layanan bisa disampaikan di sana. Kami ingin setiap persoalan bisa segera ditindaklanjuti dan diselesaikan,” tegasnya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
