Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Mei 2025, 00.59 WIB

Sentuh Hajar Aswad, Kiswah Ka'bah, dan Rukun Yamani yang Wangi Saat Ihram Tak Perlu Bayar Dam

Calon jemaah haji Indonesia saat di Bir Ali. Mereka sudah mengenakan kain ihram dari hotel untuk mempercepat proses. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com) - Image

Calon jemaah haji Indonesia saat di Bir Ali. Mereka sudah mengenakan kain ihram dari hotel untuk mempercepat proses. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com – Saat memasuki masa ihram dan mulai mendekati puncak-puncak ibadah haji, tak sedikit jemaah yang masih bingung mengenai larangan-larangan dalam kondisi berihram.

Salah satunya, soal menyentuh bagian-bagian suci Ka’bah yang diberi minyak wangi, seperti Kiswah, Hajar Aswad, dan Rukun Yamani. Apakah hal itu membatalkan ihram?

Konsultan Ibadah Haji Kementerian Agama, Prof. Aswadi Syuhada, memberikan penjelasan tegas bahwa menyentuh bagian-bagian tersebut tidak otomatis membatalkan ihram, selama jemaah tidak sengaja memakai wewangian untuk kepentingan pribadi.

“Kalau terkena wangi-wangian karena ibadah, misalnya menyentuh Hajar Aswad atau bagian Ka’bah yang diberi minyak wangi, itu sah. Tidak perlu membayar dam,” ujar Prof. Aswadi saat ditemui Jawa Pos di Bir Ali, Sabtu (10/5). Ia menyebut hal tersebut sebagai bagian dari ibadah yang sudah dimaklumi secara syariat.

Pernyataan itu disampaikan di sela keberangkatan perdana jemaah Indonesia dari Madinah ke Makkah, termasuk kloter JKG 1 yang mengambil miqat di Masjid Dzulhulaifah, atau Bir Ali.

Seperti diberitakan, mulai Sabtu (10/5), mulai dilakukan pendorongan calon jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah. Untuk hari ini, totalnya ada 7 kloter yang melibatkan 2.800 jemaah dengan 73 bus. Setelah itu, mereka akan melakukan umrah wajib.

Prof. Aswadi juga menekankan bahwa larangan penggunaan minyak wangi dalam ihram itu berlaku jika dilakukan secara sadar dan disengaja untuk menghiasi diri.

“Yang tidak dibolehkan itu jika memakai minyak wangi dengan niat pribadi, misalnya menyemprot parfum ke badan atau pakaian dalam kondisi ihram,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa beberapa jemaah kadang merasa panik ketika tak sengaja menyentuh bagian Ka’bah yang harum.

“Selama itu terjadi dalam konteks ibadah, tidak disengaja, dan tidak diniatkan menghias diri, maka tidak batal ihramnya,” ucapnya menenangkan.

Kepada jemaah, ia berpesan untuk tetap fokus pada kekhusyukan ibadah dan tidak terlalu khawatir berlebihan. Jika ragu, jemaah bisa berkonsultasi dengan petugas ibadah atau pembimbing kloter.

“Ibadah haji itu bukan hanya soal fisik, tapi juga pemahaman dan ketenangan hati. Jangan sampai niat suci justru terganggu oleh kekhawatiran yang tidak perlu,” ujarnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore