Calon jemaah haji Indonesia saat di Bir Ali. Mereka sudah mengenakan kain ihram dari hotel untuk mempercepat proses. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Saat memasuki masa ihram dan mulai mendekati puncak-puncak ibadah haji, tak sedikit jemaah yang masih bingung mengenai larangan-larangan dalam kondisi berihram.
Salah satunya, soal menyentuh bagian-bagian suci Ka’bah yang diberi minyak wangi, seperti Kiswah, Hajar Aswad, dan Rukun Yamani. Apakah hal itu membatalkan ihram?
Konsultan Ibadah Haji Kementerian Agama, Prof. Aswadi Syuhada, memberikan penjelasan tegas bahwa menyentuh bagian-bagian tersebut tidak otomatis membatalkan ihram, selama jemaah tidak sengaja memakai wewangian untuk kepentingan pribadi.
“Kalau terkena wangi-wangian karena ibadah, misalnya menyentuh Hajar Aswad atau bagian Ka’bah yang diberi minyak wangi, itu sah. Tidak perlu membayar dam,” ujar Prof. Aswadi saat ditemui Jawa Pos di Bir Ali, Sabtu (10/5). Ia menyebut hal tersebut sebagai bagian dari ibadah yang sudah dimaklumi secara syariat.
Pernyataan itu disampaikan di sela keberangkatan perdana jemaah Indonesia dari Madinah ke Makkah, termasuk kloter JKG 1 yang mengambil miqat di Masjid Dzulhulaifah, atau Bir Ali.
Seperti diberitakan, mulai Sabtu (10/5), mulai dilakukan pendorongan calon jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah. Untuk hari ini, totalnya ada 7 kloter yang melibatkan 2.800 jemaah dengan 73 bus. Setelah itu, mereka akan melakukan umrah wajib.
Prof. Aswadi juga menekankan bahwa larangan penggunaan minyak wangi dalam ihram itu berlaku jika dilakukan secara sadar dan disengaja untuk menghiasi diri.
“Yang tidak dibolehkan itu jika memakai minyak wangi dengan niat pribadi, misalnya menyemprot parfum ke badan atau pakaian dalam kondisi ihram,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa jemaah kadang merasa panik ketika tak sengaja menyentuh bagian Ka’bah yang harum.
“Selama itu terjadi dalam konteks ibadah, tidak disengaja, dan tidak diniatkan menghias diri, maka tidak batal ihramnya,” ucapnya menenangkan.
Kepada jemaah, ia berpesan untuk tetap fokus pada kekhusyukan ibadah dan tidak terlalu khawatir berlebihan. Jika ragu, jemaah bisa berkonsultasi dengan petugas ibadah atau pembimbing kloter.
“Ibadah haji itu bukan hanya soal fisik, tapi juga pemahaman dan ketenangan hati. Jangan sampai niat suci justru terganggu oleh kekhawatiran yang tidak perlu,” ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
