Calon jemaah haji JKG1 bersiap menuju Bir Ali untuk mengambil miqat dengan naik bua. Setelah itu, mereka ke Makkah. (Dhimas Ginanjar/Jawa Pos.com)
JawaPos.com – Bir Ali kembali menjadi titik penting dalam rangkaian ibadah haji 2025. Sejak Sabtu (10/5) pagi, sebanyak 2.800 calon jemaah haji Indonesia secara bergelombang menjalani prosesi miqat di lokasi bersejarah tersebut. Mereka mengambil niat ihram sebelum memasuki wilayah tanah haram menuju Makkah.
Namun, dengan waktu singgah yang terbatas dan arus jemaah yang sangat padat, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan skema khusus agar proses berlangsung cepat, tertib, dan tetap sesuai syariat.
“Kita hanya punya waktu 15 sampai 30 menit untuk setiap rombongan,” ujar Kepala Sektor Khusus Bir Ali, Muhammad, saat ditemui di lokasi.
Karena itu, lanjut dia, koordinasi antara petugas sektor dan ketua kloter menjadi kunci kelancaran. “Sudah kami arahkan agar Ketua Kloter, Karu, dan Karom mengingatkan jemaah untuk sudah berihram dan berwudu dari hotel,” tambahnya.
Dengan begitu, jemaah hanya perlu turun sejenak di masjid Bir Ali untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat, lalu kembali ke bus untuk melafalkan niat ihram. Skema ini diyakini dapat mempercepat alur, mencegah penumpukan bus, dan menghindari jemaah kelelahan di tengah cuaca panas.
Meski demikian, Muhammad tidak menampik adanya dinamika di lapangan. Salah satunya, banyak jemaah lansia dan disabilitas yang semestinya cukup niat dari dalam bus, justru ikut turun karena khawatir tertinggal dari rombongan.
“Makanya petugas kami proaktif. Mereka naik ke bus untuk memberi imbauan agar lansia cukup niat dari tempat duduk. Itu sudah sah, insya Allah,” tegasnya.
Untuk memastikan kelancaran, Sektor Bir Ali mengerahkan 14 personel, yang disebar di lima titik strategis: pintu depan, tengah, belakang, samping, dan area sekitar masjid. Pengamanan diperkuat dengan tim linjam yang dilengkapi radio komunikasi dan kendaraan patroli. “Kami bahkan siaga di sekitar toilet, karena itu area yang sering jadi patokan arah bagi jemaah,” kata Muhammad.
Ia mengingatkan jemaah untuk mencatat dengan baik nomor tiang parkir bus, nomor pintu masuk, dan lokasi toilet terdekat. Hal itu penting agar jemaah tidak bingung saat kembali ke bus. “Kalau masuk dari pintu tiga, ya keluar dari pintu tiga juga. Jangan beda pintu, bisa nyasar,” pesannya.
Selain jemaah, peran Karu dan Karom juga dianggap vital. Mereka diminta berjaga di pintu keluar usai ibadah, agar bisa memastikan semua anggota regunya kembali ke bus dengan aman. “Tugas mereka bukan selesai setelah shalat, tapi sampai semua kembali dengan lengkap,” ujar Muhammad.
Dengan langkah-langkah tersebut, Muhammad optimistis pelaksanaan miqat di Bir Ali dapat berjalan lancar. “Insya Allah, semua aman dan tertib,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
