
Calon jemaah haji lansia saat masuk ke bus untuk menuju Bir Ali. Di sana, seluruh calon jemaah haji akan mengambil miqat atau berniat dan menuju Makkah. (Dhimas Ginanjar/JawaPoa.com)
JawaPos.com – Pagi ini, Sabtu (10/5), menjadi tonggak awal pergerakan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah. Kloter JKG 1 dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede menjadi rombongan pertama yang mengambil miqat di Bir Ali dan langsung melanjutkan perjalanan ke Kota Suci Makkah untuk memulai rangkaian umrah wajib aebagai bagian dari rangkaian ibadah Haji.
Pantauan JawaPos.com dari Abrajtabah Hotel, Madinah, sejak selesai shalat Subuh di Masjid Nabawi, para jemaah JKG 1 terlihat mulai bersiap meskipun langit masih gelap. Para jemaah pria sudah mengenakan pakaian ihram dan telah mandi dari hotel. Sambil membawa tas dan perlengkapan ringan, mereka langsung diarahkan menuju bus yang telah disiapkan.
Kepala Sektor 2 Madinah Zulkarnain Nasution, mengatakan bahwa total ada 393 jemaah dalam kloter JKG 1. Mereka didampingi empat petugas kloter, termasuk dokter, karena sebagian jemaah masuk kategori risiko tinggi (risti).
“Semua sudah berihram dari hotel, dan di Bir Ali hanya tinggal shalat dua rakaat lalu niat. Kami sudah sosialisasikan itu sejak awal,” ujarnya.
Sarapan pagi tidak lagi disajikan di hotel, melainkan dibawa dalam kemasan untuk disantap di bus. Petugas pun tak segan menegur jemaah yang masih mengenakan peci karena larangan menutup kepala saat sudah berihram.
“Kami ingin memastikan semuanya sesuai syariat sebelum niat ihram,” kata Zulkarnain.
Untuk kelancaran perjalanan ke Makkah, semua jemaah JKG 1 juga telah dibekali kartu Nusuk.
“Tidak akan ada kendala saat pemeriksaan di perbatasan Makkah. Semua data sudah masuk sistem,” pungkas Zulkarnain.
Sementara itu, di lokasi miqat Bir Ali, kesiapan juga terlihat maksimal. Kepala Sektor Khusus Bir Ali, Muhammad, menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan 14 personel yang disebar di lima titik: pintu depan, tengah, belakang, samping, dan sekitar masjid.
“Jemaah lansia dan disabilitas sebenarnya tidak wajib turun. Tapi biasanya mereka ikut turun karena takut ditinggal. Jadi, petugas kami akan menghampiri langsung ke bus dan memberi imbauan bahwa cukup niat dari dalam kendaraan pun sah,” jelas Muhammad.
Untuk mencegah jemaah tersesat, tim pengamanan juga telah dilengkapi dengan radio komunikasi (bravo) dan melakukan patroli keliling di sekitar masjid dan toilet.
“Kami juga siaga di area toilet karena rawan bagi lansia. Kalau ada yang nyasar, langsung kami pandu balik ke bus,” ujarnya.
Muhammad mengimbau agar jemaah memperhatikan nomor tiang parkir dan nomor pintu toilet saat turun dari bus.
“Turun dari pintu nomor berapa, nanti kembali dari pintu yang sama. Itu kunci agar tidak kebingungan,” katanya.
Selain itu, para ketua regu dan rombongan juga diminta menunggu di dekat pintu keluar untuk memastikan jemaahnya kembali bersama. “Kami sudah ingatkan, jangan tinggalkan jemaah. Tunggu di titik kumpul,” tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
