Calon jemaah haji Indonesia saat tiba di Tabah Tower Hotel. Kedatangan kloter pertama ini menjadi penanda dimulainya musim haji 2025. (Dhimas Ginanjar/Jawa Pos)
JawaPos.com – Rangkaian ibadah haji bukan hanya menguras spiritual, tetapi juga fisik. Di tengah suhu udara Arab Saudi yang menyengat dan agenda ibadah yang padat, calon jemaah haji perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin agar tetap sehat hingga puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Wakil Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr. Yuni Anisa W., Sp.PD, memberikan beberapa panduan praktis agar jemaah tidak tumbang di tengah perjalanan ibadah.
Menurutnya, salah satu kunci utama adalah tidak memaksakan diri di awal, terutama dalam mengejar ibadah sunnah.
"Jangan terlalu ngoyo mengejar ibadah sunnah, karena yang paling penting justru saat Armuzna. Itu yang harus dijaga betul kondisi tubuhnya," ujarnya saat ditemui di KKHI Madinah, Jumat (2/5).
Berikut ini 7 tips kesehatan dari dr. Yuni yang wajib diperhatikan oleh calon jemaah haji:
Cukup Istirahat
Jangan paksakan diri ikut semua kegiatan. Fokuskan energi untuk momen puncak haji.
Minum Air Setiap Jam
Idealnya 200 cc per jam. Gunakan air putih atau yang mengandung elektrolit seperti oralit atau larutan gula-garam.
Jaga Asupan Makanan Bergizi dan Tepat Waktu
Jangan melewatkan waktu makan. Makan pagi tetap harus pagi, jangan ditunda hingga malam.
Hindari Rokok dan Asap Rokok
Termasuk rokok orang lain. Ini penting untuk mencegah iritasi saluran pernapasan.
Gunakan Pelindung Diri dari Panas
Payung, topi, lip balm, pelembap wajah, dan kacamata adalah pelindung wajib saat keluar dari hotel.
Gunakan Masker Kain Basah
Untuk menjaga kelembapan mukosa hidung, mencegah mimisan, dan mendinginkan tubuh. Bisa disemprot air dingin secara berkala.
Minum Obat Teratur Sesuai Resep
Jangan lupa atau sengaja melewatkan obat harian, apalagi bagi yang memiliki komorbid seperti hipertensi dan diabetes.
Menurut dr. Yuni, kombinasi dehidrasi, kelelahan, dan lingkungan panas sangat rentan memicu kondisi serius, seperti pingsan, disorientasi, infeksi saluran napas, bahkan gangguan jantung dan paru.
Karena itu, penting bagi jemaah untuk tidak menyepelekan saran medis dan menjaga keseimbangan antara ibadah dan kesehatan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
