Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Mei 2025 | 18.12 WIB

Ada Jemaah Sakit Gula, Kloter 3 Haji Surabaya Berangkat Tanpa Satu Peserta

Kemenag Provinsi Jawa Timur saat melepas keberangkatan jemaah haji kloter pertama, Jumat (2/4) pukul 04.05 WIB. (Juliana Christy/JawaPos.com). - Image

Kemenag Provinsi Jawa Timur saat melepas keberangkatan jemaah haji kloter pertama, Jumat (2/4) pukul 04.05 WIB. (Juliana Christy/JawaPos.com).

JawaPos.com — Pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya terus berlangsung bertahap. Namun, di tengah kelancaran itu, ada satu catatan penting pada kloter ketiga. Seorang jemaah asal Tulungagung tidak dapat diberangkatkan karena mengalami masalah kesehatan, tepatnya gula darah yang tinggi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar menjelaskan, bahwa jemaah tersebut kini masih menjalani observasi dan perawatan. “Ada satu jemaah yang tidak bisa berangkat bersama kloternya karena hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula yang tinggi. Jumlah kloter 3 akhirnya menjadi 379 orang,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Surabaya, Jumat (2/5).

Secara keseluruhan, sejak Kamis (1/5), total 1.140 jemaah dari tiga kloter sudah masuk ke Asrama Haji. Proses kedatangan berlangsung mulai pukul 07.45 WIB dan langsung diarahkan ke proses administrasi dan kesehatan.

Kloter 1 berisi 380 orang, kloter 2 juga dijadwalkan penuh, sementara kloter 3 akhirnya kekurangan satu peserta. “Jemaah yang sakit berasal dari Tulungagung. Semoga segera pulih dan bisa diberangkatkan dengan kloter selanjutnya,” kata Sruji.

Sruji juga menegaskan bahwa prosedur ketat tetap diberlakukan dalam setiap proses keberangkatan. Pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan wajib sebelum jemaah diberangkatkan ke bandara. “Semua harus betul-betul dalam kondisi sehat dan administrasi lengkap agar perjalanan ibadah berjalan lancar,” tegasnya.

Ada juga insiden kecil yang terjadi saat menjelang keberangkatan kloter pertama, yakni seorang jemaah harus ke kamar kecil secara mendadak sehingga keberangkatan menjadi lebih lama. Namun hal itu tidak memengaruhi jadwal keberangkatan. “Pihak maskapai tidak memberikan informasi keterlambatan. Semuanya tetap sesuai jadwal,” ujar Sruji.

Sebagai antisipasi, pihak Kanwil Kemenag mengimbau seluruh jemaah berikutnya untuk disiplin dan mengikuti arahan petugas. “Ini pembelajaran penting agar ke depan tidak terjadi hal-hal yang bisa mengganggu jadwal. Persiapan harus maksimal,” tuturnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore