
Kemenag Provinsi Jawa Timur saat melepas keberangkatan jemaah haji kloter pertama, Jumat (2/4) pukul 04.05 WIB. (Juliana Christy/JawaPos.com).
JawaPos.com — Pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya terus berlangsung bertahap. Namun, di tengah kelancaran itu, ada satu catatan penting pada kloter ketiga. Seorang jemaah asal Tulungagung tidak dapat diberangkatkan karena mengalami masalah kesehatan, tepatnya gula darah yang tinggi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Akhmad Sruji Bahtiar menjelaskan, bahwa jemaah tersebut kini masih menjalani observasi dan perawatan. “Ada satu jemaah yang tidak bisa berangkat bersama kloternya karena hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula yang tinggi. Jumlah kloter 3 akhirnya menjadi 379 orang,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Surabaya, Jumat (2/5).
Secara keseluruhan, sejak Kamis (1/5), total 1.140 jemaah dari tiga kloter sudah masuk ke Asrama Haji. Proses kedatangan berlangsung mulai pukul 07.45 WIB dan langsung diarahkan ke proses administrasi dan kesehatan.
Kloter 1 berisi 380 orang, kloter 2 juga dijadwalkan penuh, sementara kloter 3 akhirnya kekurangan satu peserta. “Jemaah yang sakit berasal dari Tulungagung. Semoga segera pulih dan bisa diberangkatkan dengan kloter selanjutnya,” kata Sruji.
Sruji juga menegaskan bahwa prosedur ketat tetap diberlakukan dalam setiap proses keberangkatan. Pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan wajib sebelum jemaah diberangkatkan ke bandara. “Semua harus betul-betul dalam kondisi sehat dan administrasi lengkap agar perjalanan ibadah berjalan lancar,” tegasnya.
Ada juga insiden kecil yang terjadi saat menjelang keberangkatan kloter pertama, yakni seorang jemaah harus ke kamar kecil secara mendadak sehingga keberangkatan menjadi lebih lama. Namun hal itu tidak memengaruhi jadwal keberangkatan. “Pihak maskapai tidak memberikan informasi keterlambatan. Semuanya tetap sesuai jadwal,” ujar Sruji.
Sebagai antisipasi, pihak Kanwil Kemenag mengimbau seluruh jemaah berikutnya untuk disiplin dan mengikuti arahan petugas. “Ini pembelajaran penting agar ke depan tidak terjadi hal-hal yang bisa mengganggu jadwal. Persiapan harus maksimal,” tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
