Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juni 2024 | 16.02 WIB

Mobilisasi Jamaah dari Muzdalifah ke Mina Lancar, Kemenag Kini Fokus pada Layanan Prosesi Melontar Jumrah

MEMBAUR TANPA SEKAT: Jamaah haji dari berbagai negara menuju jamarat untuk melakukan ritual melempar jumrah. Dari jamarat mereka akan kembali ke tenda-tenda di Mina. - Image

MEMBAUR TANPA SEKAT: Jamaah haji dari berbagai negara menuju jamarat untuk melakukan ritual melempar jumrah. Dari jamarat mereka akan kembali ke tenda-tenda di Mina.

JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan bahwa proses mobilisasi jamaah haji Indonesia dari Muzdalifah ke Mina rampung sebelum terik. Tepatnya pukul 07.37 waktu Arab Saudi (WAS).

Padahal, Komisi VIII DPR RI sebelumnya menargetkan paling lambat pukul 08.00 WAS.

”Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah, mobilisasi jamaah di Muzdalifah selesai hampir 30 menit lebih awal,” ujar Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag Subhan Cholid di Muzdalifah kemarin (16/6).

Menurut Subhan, kondisi itu agak berbeda dengan tahun lalu, di mana ada keterlambatan pergerakan jamaah dari Muzdalifah ke Mina. Proses mobilisasi jamaah dari Muzdalifah pada 2023 berlangsung hingga pukul 13.30 WAS.

Hal tersebut, ujar Subhan, memberi pelajaran berharga. Karena itu, Menag Yaqut Cholil Qoumas sejak awal meminta petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) melakukan langkah antisipasi. Sejumlah terobosan pun dilakukan, antara lain penerapan skema murur atau melintas Muzdalifah bagi jamaah risiko tinggi, lansia, dan penyandang disabilitas.

”Gus Men (sapaan Yaqut, Red) juga telah membagi tugas kepada seluruh jajarannya untuk terjun ke lapangan menyukseskan penyelenggaraan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kami bersinergi dengan seluruh petugas agar proses pergerakan jamaah berjalan lancar,” paparnya.

Menurut Subhan, keberhasilan mobilisasi jamaah di Muzdalifah tidak terlepas dari proses koordinasi lintas pihak yang makin kuat dan efektif. Sejak semalam, PPIH terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan pihak masyariq. Koordinasi dilakukan di Arafah pada Minggu (16/6) dini hari untuk membahas antisipasi kepadatan Muzdalifah.

Sebagai contoh, lanjut Subhan, setelah melihat kondisi jalur Muzdalifah–Mina, otoritas Saudi sepakat mengeluarkan bus tambahan. Bus tersebut mengangkut jamaah dari Muzdalifah menuju Mina melalui pintu belakang (kedatangan).

Kesuksesan itu pun langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi untuk proses melontar jumrah. Tahun ini pemerintah Saudi telah mengatur waktu melontar bagi jamaah haji setiap negara. Hal tersebut demi menjaga keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan ketertiban saat melontar jumrah.

Jamaah haji Indonesia mendapat jadwal pada 10 Zulhijah pukul 00.00–04.30 WAS dan pukul 10.00–00.00 WAS. Lalu, pada tanggal ini, jamaah haji Indonesia dilarang melontar pada pukul 04.30–10.00 WAS.

Selanjutnya, pada 11 Zulhijah, jamaah boleh melempar jumrah pada pukul 05.00–00.00 WAS. Untuk tanggal 12 Zulhijah, dimulai pukul 00.00–10.30, dilanjut pukul 14.00–00.00. Terbagi menjadi empat sesi. Sementara itu, pada 13 Zulhijah, terbagi menjadi dua sesi yang dimulai pada pukul 00.00–05.00 dan pukul 05.00–17.00 WAS.

Anggota Media Center Kemenag Widi Dwinanda menyampaikan, jadwal tersebut ditetapkan PPIH untuk memberikan perlindungan dan kelancaran pergerakan jamaah haji saat lontar jumrah. Jamaah haji harus mengikuti ketentuan waktu itu dan menghindari waktu-waktu larangan. ”Penentuan waktu lontar jumrah ini merupakan ikhtiar untuk melindungi jamaah agar dapat menjalankan prosesi ini dengan lancar dan aman,” tuturnya.

Jadi, lanjut Widi, setelah beristirahat cukup di tenda Mina, jamaah melontar jumrah aqabah dengan 7 kerikil.

Widi berpesan, selama di Mina, jamaah diharapkan fokus melakukan aktivitas ibadah dengan cara memperbanyak zikir, mengingat dan mendekat kepada Allah. Juga mengagungkan asma Allah, baik dengan bertakbir maupun membaca Alquran, kalimat tauhid, atau wirid-wirid lainnya. Termasuk melangitkan doa-doa dan harapan terbaik bagi pribadi, keluarga, dan bangsa. ”Karena Mina termasuk tempat mustajab,” ujarnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore