
Suparmin dan Sariyem, Jemaah Haji asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang Berjuang Keras Demi Bisa Berangkat Haji./Kemenag.go.id
JawaPos.com - Cerita perjuangan Suparmin dan istrinya (Sariyem) patut menjadi inspirasi. Pasalnya, pasangan suami-istri asal Kabupaten Sragen ini bisa berangkat ke Tanah Suci dengan perjuangan yang luar biasa.
Dikutip dari laman kemenag.go.id Suparmin dan Sariyem merupakan jemaah haji asal Kabupaten Sragen.
Demi bisa berangkat haji tahun ini, mereka mengumpulkan pundi-pundi Rupiah sejak masih muda.
Awalnya, Suparmin bekerja sebagai tukang tebang tebu selama lima tahun. Namun, ia merasa penghasilannya masih tak cukup untuk makan sehari-hari.
“Waktu itu untuk beli gaplek (makanan dari ketela) saja sulit,” kata Suparmin ketika berada di Embarkasi Solo, Rabu (5/6) lalu.
Meski kehidupannya sulit, Suparmin tak pernah patah semangat dan mulai memutuskan untuk berganti profesi sebagai tukang ojek.
Alhasil, penghasilannya mulai bertambah hingga cukup memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah ketiga anaknya.
Sebagai seorang pejuang keluarga atau pencari nafkah, Suparmin termasuk tipikal orang yang selalu bekerja keras. Ia rela mengojek siang dan malam.
Kala itu, Suparmin optimis bisa mewujudkan cita-citanya ke Tanah Suci (pergi haji). Sedikit demi sedikit, ia sisakan penghasilannya untuk ditabung.
“Sebagian penghasilan saya sisihkan untuk daftar naik haji bersama istri,” tuturnya.
Berkat ketelatenan menekuni pekerjaannya, Suparmin juga berhasil membeli seekor sapi untuk beternak. Lagi-lagi, keberuntungan berpihak kepadanya. Sapi yang dipelihara itu kian bertambah menjadi tiga ekor.
Nah, dari menjual tiga ekor sapi inilah Suparmin dan istrinya bisa segera daftar haji pada tahun 2012 silam.
“Waktu itu saya senang sekali, akhirnya saya bisa mewujudkan keinginan saya untuk daftar haji bersama istri,” ungkap dia.
Sebuah niat yang besar untuk daftar haji tersebut ternyata membuat pintu rezeki Suparmin terbuka.
Usai daftar haji perlahan dia bisa membeli kios di pasar dan mendapatkan penghasilan yang lumayan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
