Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Mei 2024 | 01.45 WIB

Sisihkan Penghasilan dari Panen Bawang dan Jual Ternak, Abubakar Talib Ciri Berangkat Haji di Usia Satu Abad Lebih

SIAP BERANGKAT: Abubakar Talib Ciri (kiri) dan istri Hj Dafau bersantai di kediamannya di Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima (7/5). - Image

SIAP BERANGKAT: Abubakar Talib Ciri (kiri) dan istri Hj Dafau bersantai di kediamannya di Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima (7/5).

Rutinitasnya ke sawah lalu memberi makan ternak membuat kebugaran Abubakar Talib Ciri terjaga di usia yang sudah 101 tahun. Sudah tak sabar melihat Makkah yang kerap dia dengar ceritanya dari keluarga dan tetangga.

YUYUN ERMA KUTARI, Kabupaten Bima

---

SENYUMNYA terus mengembang. Perasaannya tak keruan. Mimpi Abubakar Talib Ciri tidak lama lagi akan menjadi kenyataan.

Warga Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu mendapatkan giliran menunaikan rukun Islam kelima tahun ini.

’’Alhamdulillah, dalam salat saya selalu berdoa semoga segera berhaji dan setelah dikasih tahu ada nama saya, ini berkah yang luar biasa. Saya tidak berhenti bersyukur,” ujarnya kepada Lombok Post di kediamannya Selasa (7/5) lalu.

Keberkahan itu bukan hanya Abubakar yang merasakan, melainkan juga keluarga besarnya. ’’Saya awalnya tidak percaya mendapatkan panggilan ibadah haji ini, karena usia saya yang sudah 101 tahun. Tetapi, setelah diyakinkan oleh orang-orang di sini (Kemenag Kabupaten Bima, Red), ternyata ini memang benar,” ucap pria kelahiran 5 Mei 1923 tersebut.

Dari data yang diterima Lombok Post, Abubakar yang berusia 101 tahun mendaftarkan diri untuk berhaji pada 9 November 2018. Dia hanya beda 8 tahun dari Hardjo Mislan, jemaah tertua dari Indonesia di musim haji kali ini yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur, dan berangkat dari embarkasi Surabaya.

Abubakar melunasi pembayaran biaya haji pada 6 Februari 2024. Kata dia, proses untuk pelunasan biaya haji tersebut memang tidak mudah. Terutama soal biaya. Namun, dirinya ikhlas dan ikhtiar untuk melakoni pekerjaannya. Sehari-hari Abubakar bekerja sebagai petani bawang merah.

Saat panen dan hasil produksi bawang merah dijual, itulah dana yang ditabung oleh Abubakar. Di samping itu, dirinya juga menjual hasil ternak yang sudah dipelihara selama bertahun-tahun.

Meski mendaftarkan diri untuk keperluan ibadah haji pada 2018, sebelum itu dia sudah rutin menabung. ’’Kalau ditotal, ada mungkin lebih dari 10 tahun saya menabung. Dari sebelum daftar, saya sudah nabung. Untuk keperluan pelunasan, saya juga sudah nabung,” terangnya.

Di usianya yang sudah seabad lebih dan masuk kategori jemaah lanjut usia (lansia), Abubakar mengaku tidak menggunakan pendamping sama sekali. Dia sangat percaya diri karena merasa kondisinya masih prima.

Itu tak lepas dari aktivitas jalan kaki yang selalu dilakukannya. Kegiatan tetapnya adalah pergi ke sawah. Selepas itu, Abubakar melanjutkan kegiatannya dengan memberi pakan hewan ternaknya, yang dilepasliarkan tanpa kandang.

Dia mengaku sudah tidak sabar untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci. Yang kerap dia dengar dari keluarga dan tetangga yang pernah ke Makkah, kota itu sangat indah dan megah.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore