Anggota Amirul Hajj yang juga Rektor IPB dan Ketua ICMI Prof. Arif Satria. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Puncak haji telah berlangsung sepekan lalu, tepatnya pada Kamis, 5 Juni 2025. Seiring berakhirnya fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), berbagai evaluasi dan apresiasi pun mengalir. Salah satunya disampaikan Amirul Hajj Prof. Arif Satria yang menilai pelaksanaan ibadah haji tahun ini berlangsung lebih tertib dan terkendali.
Saat memberikan pernyataan di kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah pada Kamis (12/6) siang, Arif menyampaikan apresiasinya terhadap dua pihak: pemerintah Arab Saudi dan Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Saya mengapresiasi pemerintah Saudi yang sukses memberantas haji ilegal. Ini menjadi salah satu titik penting yang membuat pelaksanaan haji tahun ini jauh lebih baik,” kata Rektor IPB dan Ketua ICMI itu.
Menurut Arif, pemberantasan jemaah tanpa visa resmi oleh otoritas Saudi membawa dampak besar. Wilayah padat seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina menjadi lebih terkendali karena kepadatan bisa ditekan. Situasi itu menciptakan suasana ibadah yang lebih khusyuk dan aman.
Selain pemerintah Saudi, Arif juga menaruh hormat kepada Kementerian Agama yang dinilainya sigap merespons keluhan jemaah maupun dinamika yang muncul selama fase puncak.
“Kementerian Agama sangat responsif terhadap berbagai persoalan. Persoalan itu pasti ada. Tidak ada yang sempurna,” ucapnya.
Ia bercerita bahwa sejak ditetapkan sebagai salah satu Amirul Hajj, ia kerap menerima aduan dari jemaah. Arif tidak tinggal diam. Semua keluhan ia teruskan kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar.
“Sebenarnya bukan soal ada komplain atau tidak. Tapi soal bagaimana kita merespon,” ujarnya.
Ia mencontohkan, saat terjadi keterlambatan perpindahan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina akibat penumpukan pejalan kaki, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menjamin pembersihan area pada jam tertentu.
“Alhamdulillah, jam yang dijanjikan itu benar-benar bersih. Begitu juga di Arafah. Komitmen pemerintah ditepati,” ungkap Arif.
Baginya, penyelesaian masalah di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara bukanlah perkara mudah. Namun, yang terpenting adalah kecepatan dan ketepatan dalam meresponsnya.
“Tidak mungkin kita bersih dari persoalan. Tapi bagaimana kita cepat tanggap terhadap persoalan, itu yang penting,” tandasnya.
Arif berharap pola penanganan dan respons cepat seperti ini bisa dipertahankan dan diperbaiki untuk penyelenggaraan haji tahun-tahun mendatang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
