Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 21.28 WIB

Istithaah Kesehatan Wajib Diperketat, Kepala BP Haji: Jangan Hanya Sehat di Awal

Petugas dari KKHI Madinah menyiapkan jemaah haji yang sudah kembali sehat untuk dipindahkan ke Makkah menggunakan ambulans. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com – Tingginya angka jemaah haji Indonesia yang wafat pada musim haji 2025 menjadi perhatian serius Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochammad Irfan Yusuf.

Hingga Minggu (1/6), menurut data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), tercatat sudah 115 jemaah wafat, terdiri atas 71 laki-laki dan 44 perempuan.

“Bagaimana proses istithaah kesehatan di Indonesia? Kok ada beberapa jemaah yang belum sampai pelaksanaan haji pun sudah ada yang meninggal?” ujar Irfan dalam Grand Hajj Symposium ke-49 di Jeddah.

Istithaah adalah kemampuan jemaah secara jasmaniah, ruhaniah, pembekalan, dan keamanan untuk menunaikan ibadah haji tanpa menelantarkan kewajiban terhadap keluarga. Salah satu aspek penting istithaah adalah kesehatan.

Menurut Irfan, evaluasi serius diperlukan agar prinsip istithaah benar-benar diterapkan secara maksimal mulai tahun depan.

“Salah satu poin adalah intinya istithaahnya itu harus benar-benar dijalankan. Jangan sekadar sehat pada saat awal, tapi benar-benar dijalankan sehingga dipastikan tidak akan ada masalah,” tegasnya.

Selama ini, jemaah haji memang wajib menjalani pemeriksaan kesehatan, tetapi menurut Irfan, prosesnya perlu diperketat dan diperbaiki.

“Kementerian Kesehatan berharap bahwa istithaah kesehatan benar-benar dijalankan secara baik dan benar, sesuai dengan regulasi yang ada di pemerintahan Saudi,” tambahnya.

Irfan juga menyoroti bahwa peningkatan angka kematian jemaah harus menjadi alarm bagi semua pihak.

“Itu menjadi catatan bagi kami untuk tahun depan: bagaimana istithaah kesehatan benar-benar kita maksimalkan, kita seriuskan, supaya tidak ada lagi kasus-kasus seperti sekarang ini,” ujarnya.

Sebagai informasi, dari 115 jemaah yang wafat, 55,65 persen adalah lansia, sementara 44,3 persen berusia 41–64 tahun.

Embarkasi terbanyak yang melaporkan jemaah wafat adalah Embarkasi Solo (SOC) dan Surabaya (SUB), masing-masing 17 orang.

Irfan menegaskan bahwa seluruh pihak harus memandang serius pelaksanaan haji sebagai ibadah yang menuntut kesiapan fisik dan mental. “Insya Allah kalau istithaah ini dipenuhi, baik kesehatannya maupun persiapan lain, maka ibadah haji bisa dijalankan dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore