Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Juni 2025 | 21.38 WIB

Kemenag: Belum Ada Info Pembukaan Visa Furoda Lagi, Penerbangan Haji Reguler Tuntas

Dirjen PHU Hilman Latief saat mengecek kesiapan fasilitas dan tenda untuk puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), (MCH 2025) - Image

Dirjen PHU Hilman Latief saat mengecek kesiapan fasilitas dan tenda untuk puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), (MCH 2025)

JawaPos.com – Jelang puncak haji pada Kamis, 5 Juni 2025, beredar kembali isu liar di media sosial yang menyebutkan bahwa visa furoda dibuka lagi mulai Minggu, 1 Juni 2025.

Menanggapi kabar ini, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Hilman Latief, menegaskan bahwa informasi itu tidak benar dan pemerintah Indonesia belum menerima kabar apa pun terkait pembukaan visa tersebut.

“Perlu kami sampaikan bahwa terkait dengan beredarnya informasi pembukaan visa furoda pada hari Minggu sebagaimana yang tersebar di sosial media, kami sampaikan bahwa pemerintah Indonesia sampai hari ini belum mendapatkan informasi apapun terkait dengan hal tersebut,” tegas Hilman di Makkah, Minggu (1/6).

Pernyataannya masih sama dengan sebelumnya. Yakni, segala proses pemvisaan haji telah ditutup sejak 26 Mei 2025. “Sampai saat ini Kementerian Agama belum mendapat informasi apa apapun," tegasnya.

Untuk informasi, visa furoda adalah jalur berhaji undangan langsung dari pemerintah Arab Saudi di luar kuota reguler maupun khusus. Meski legal di mata otoritas Saudi, jalur ini tetap bergantung pada pemrosesan visanya

Dengan penegasan Hilman Latief, peluang siapa pun untuk tiba-tiba berhaji lewat jalur furoda di musim haji 2025 sudah tertutup. Apalagi, rangkaian fase puncak haji tinggal tiga hari lagi. Jemaah haji akan mulai menuju Arafah untuk wukuf pada Rabu (4/6).

Selain itu, saat ini fase keberangkatan jemaah reguler asal Indonesia juga telah rampung. Sebab, bandara Jeddah sudah menutup kedatangan pesawat untuk berhaji. Saat ini, sebanyak 525 kloter telah diberangkatkan dari 14 embarkasi di seluruh Indonesia, mencakup 203.320 jemaah haji reguler.

“Alhamdulillah 525 kloter sudah terbang ke Tanah Suci,” jelas Hilman.

Dengan kepastian ini, Kemenag mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk berhati-hati dan waspada jika ada pihak-pihak yang menjanjikan keberangkatan haji di detik-detik terakhir melalui jalur furoda atau skema apa pun. Besar kemungkinan itu adalah upaya penipuan.

Kemenag juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengacu pada pengumuman resmi dari otoritas pemerintah, baik Indonesia maupun Arab Saudi. Menjelang puncak haji, fokus utama semua pihak saat ini adalah mempersiapkan layanan untuk kelancaran pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, bukan membuka jalur baru.

Berikut detil 525 kloter jemaah haji reguler asal Indonesia yanf terbang dari 14 embarkasi:

1. Embarkasi Aceh (BTJ) : 12 kloter
2. Embarkasi Medan (KNO) : 24 kloter
3. Embarkasi Padang (PDG) : 15 kloter
4. Embarkasi Batam (BTH) : 27 kloter
5. Embarkasi Palembang (PLM) : 22 kloter
6. Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG) : 62 kloter
7. Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS) : 61 kloter
8. Embarkasi Kertajati (KJT) : 28 kloter
9. Embarkasi Solo (SOC) : 95 kloter
10. Embarkasi Surabaya (SUB) : 97 kloter
11. Embarkasi Banjarmasin (BDJ) : 13 kloter
12. Embarkasi Balikpapan (BPN) : 16 kloter
13. Embarkasi Lombok (LOP) : 12 kloter
14. Embarkasi Makassar (UPG) : 41 kloter

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore