Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Juni 2025 | 18.26 WIB

Menuju Puncak Haji, Ini Barang Penting yang Perlu Dibawa ke Arafah agar Tak Kerepotan

Ilustrasi. Para jemaah haji dari seluruh dunia memadati semua sudut Jabal Rahmah jelang pelaksanan wukuf di padang Arafah pada Sabtu (15/6), 2024. (Aris Imam/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi. Para jemaah haji dari seluruh dunia memadati semua sudut Jabal Rahmah jelang pelaksanan wukuf di padang Arafah pada Sabtu (15/6), 2024. (Aris Imam/Jawa Pos)

JawaPos.com – Hitungan mundur menuju puncak haji semakin dekat. Dalam empat hari lagi, tepatnya Rabu (4/6), jemaah haji Indonesia akan mulai bergerak menuju Arafah untuk wukuf pada Kamis (5/6), yang menjadi puncak ibadah haji.

Di tengah antusiasme besar ini, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Arfi Hatim, mengingatkan para jemaah untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Terutama, dalam membawa barang-barang yang benar-benar penting agar perjalanan tidak membebani fisik.

Arfi menegaskan bahwa menjaga stamina adalah prioritas utama. Menurutnya, para jemaah perlu memastikan diri dengan cukup beristirahat, mengonsumsi makanan yang sudah disiapkan, serta menyiapkan perlengkapan yang diperlukan sejak malam sebelumnya agar tidak terburu-buru atau panik.

Arfi juga mengimbau agar seluruh jemaah mengikuti arahan petugas kloter dan sektor, mengingat pemberangkatan menuju Arafah akan dilakukan secara bertahap sehingga ketenangan menjadi kunci utama agar proses berjalan lancar. 

''Ikuti arahan petugas kloter dan sektor. Jangan panik, karena pemberangkatan dilakukan secara bertahap,'' ujarnya.

Beberapa perlengkapan penting yang perlu disiapkan mencakup pakaian ihram yang wajib sudah dikenakan atau siap dipakai. Kartu identitas seperti kartu Nusuk yang harus selalu dibawa karena menjadi identitas resmi jemaah.

Selain itu, obat-obatan pribadi bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, atau jantung juga harus tersedia di tas kecil yang mudah dijangkau.

Arfi menekankan pentingnya perlindungan diri dari paparan panas ekstrem dengan membawa masker, topi lebar, payung, atau kain basah untuk melindungi kepala dari terik matahari. Buku doa dan Al-Quran kecil juga bisa dibawa untuk menemani waktu ibadah.

"Disarankan membawa botol air minum yang dapat diisi ulang serta makanan ringan secukupnya,'' imbuhnya.

Selain itu, Arfi mengingatkan agar telepon seluler, charger, dan power bank disiapkan dengan baik. Daya baterai harus cukup untuk komunikasi penting, tetapi penggunaannya tetap harus dihemat agar tidak habis di saat-saat genting.

Semua persiapan ini dimaksudkan agar jemaah dapat fokus pada ibadah dan tidak kerepotan di tengah padatnya pergerakan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Arfi pun mengajak seluruh jemaah untuk menyambut puncak haji dengan ketenangan dan keikhlasan. Dia berharap semua dapat menjalani ibadah dengan baik dan khusyuk. “Semoga Allah SWT memudahkan setiap tahapan ibadah kita, menerima semua amal, dan menjadikan kita semua haji yang mabrur,” pungkasnya.

Dalam fase puncak haji ini, kesiapan fisik, mental, dan logistik menjadi penentu agar para jemaah dapat melaksanakan rangkaian ibadah dengan lancar dan penuh keberkahan. Dengan membawa perlengkapan secukupnya dan tetap menjaga kesehatan, diharapkan setiap jemaah bisa menjalani manasik dengan kekhusyukan tanpa harus menghadapi kerepotan tambahan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore