Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 05.59 WIB

Catat! 9 Imbauan Penting PPIH untuk Jemaah Haji Indonesia Jelang Puncak Haji 5 Juni

Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis Hanafi. (MCH 2025)

JawaPos.com – Puncak haji sudah di depan mata. Wukuf di Arafah, momen tertinggi ibadah haji, akan dilaksanakan Kamis, 5 Juni 2025, atau tinggal tujuh hari lagi. Menjelang pergerakan besar menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Haji Arab Saudi bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengeluarkan sembilan maklumat penting yang wajib dipatuhi jemaah haji Indonesia.

Maklumat ini disampaikan langsung oleh Deputi Hubungan Internasional Kementerian Haji Arab Saudi, Dr Al Hasan, dalam rapat koordinasi daring bersama seluruh petugas kloter Indonesia, Selasa (27/5) sore. Hadir dalam pertemuan itu Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief, Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis M Hanafi, serta Kepala Kantor Urusan Haji di Arab Saudi.

Muchlis mengingatkan bahwa seluruh poin ini akan menjadi panduan resmi lapangan bagi jemaah maupun petugas, agar ibadah berjalan lancar, aman, tertib, dan membawa nama baik bangsa Indonesia.

Berikut sembilan maklumat penting yang wajib ditaati seluruh jemaah haji Indonesia:

1. Dilarang keluar dari tenda Arafah dan Mina antara pukul 10.00–16.00 WAS.

Suhu diperkirakan mencapai 50°C. Imbauan ini diterbitkan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah.

2. Disiplin pergerakan Armuzna.

Jemaah harus mengikuti jadwal pergerakan resmi sesuai syarikah masing-masing, tidak boleh bergerak sendiri-sendiri atau melenceng dari penempatan resmi.

3. Larangan penyembelihan di luar program Adahi.

Hewan dam, al-hajj, atau kurban hanya boleh disalurkan melalui proyek Adahi resmi yang dikelola pemerintah Arab Saudi. Menyembelih lewat calo atau tempat tidak resmi dilarang keras.

4. Pengaturan jadwal melontar jumrah.

Jemaah wajib mengikuti jadwal resmi yang ditetapkan syarikah dan markaz layanan. Tidak boleh melakukan pelontaran jumrah secara bebas.

5. Wajib membawa dan menjaga Kartu Nusuk.

Petugas harus memastikan semua jemaah memiliki kartu Nusuk, karena ini jadi akses utama, termasuk untuk masuk Masjidil Haram.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore