Jaelani dan Dedi Junaedi, sosok asal Cianjur yang menghias maktab Al Bait bernuansa Indonesia dnegan bale bale bambu. (MCH 2025)
JawaPos.com – Puncak haji tinggal delapan hari lagi. Wukuf di Arafah yang direncanakan berlangsung 5 Juni (9 Dzulhijah) menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi 203 ribu calon jemaah haji Indonesia yang kini sudah bersiap di Mekah.
Di tengah panasnya suhu Tanah Suci, ada satu kejutan manis yang disiapkan oleh salah satu penyedia layanan haji atau syarikah, yakni Al Bait. Mereka menyulap maktab (area perkemahan jemaah di Mina) menjadi bernuansa khas Nusantara.
Bambu-bambu asli yang dikirim langsung dari Palimanan, Cirebon, dan Cianjur, disulap jadi dekorasi ala saung atau bale-bale. Ada bangku-bangku rotan, hiasan bunga, bahkan elemen hijau artifisial yang membuat suasana lebih sejuk dan akrab. Semua dirancang untuk satu tujuan: membuat jemaah haji Indonesia merasa lebih nyaman, lebih “dekat” dengan kampung halaman.
“Konsepnya seperti saung, tempat makan atau lesehan biar teduh, nyaman, sejuk,” ujar Dedi Junaedi, salah satu pengrajin bambu asal Cianjur yang ikut mendesain maktab Al Bait.
Dedi tak sendirian. Ada juga Jaelani, rekan sesama pengrajin bambu yang bersemangat mengerjakan detail dekorasi. “Biar mereka senang, kita bikin suasananya Indonesia banget,” katanya.
Pekerjaan ini tidak main-main. Bambu dan material lain dikirim khusus dari Indonesia, melewati ribuan kilometer, demi menciptakan atmosfer yang familiar bagi para jemaah.
Meski sebagian besar hijau yang digunakan adalah artificial, suasana “hijau-hijauan” itu diakui cukup membantu menenangkan hati dan mata, terutama saat suhu di Mina bisa membakar kulit.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief, yang mengecek langsung maktab Al Bait, menyampaikan apresiasinya.
“Saya minta syarikah memberikan layanan tambahan yang membuat jemaah lebih nyaman berada di lokasi ini. Kita tahu, Arafah-Mina itu panas sekali, jadi suasana, lingkungannya, warnanya, sangat penting,” ujar Hilman.
Menurut Hilman, syarikah lain juga mulai berlomba-lomba memberikan konsep dekorasi tambahan, masing-masing dengan keunikan berbeda. Persaingan ini dinilai positif karena mendorong peningkatan layanan bagi jemaah haji Indonesia.
Tahun ini, Indonesia bekerja sama dengan delapan syarikah untuk melayani jemaah, termasuk dalam penyediaan maktab, konsumsi, transportasi, hingga sanitasi. Semua itu demi memastikan ibadah haji berjalan nyaman dan lancar.
Di balik dekorasi bambu yang mungkin hanya dianggap ornamen kecil oleh sebagian orang, tersimpan kerja keras, rasa cinta tanah air, dan harapan besar agar para tamu Allah merasa sedikit lebih “di rumah” meski sedang beribadah di negeri orang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
