Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Mei 2025 | 20.53 WIB

Dari Cianjur ke Mina: Cerita Pekerja Bambu Indonesia Hias Maktab Jemaah Haji

 

Jaelani dan Dedi Junaedi, sosok asal Cianjur yang menghias maktab Al Bait bernuansa Indonesia dnegan bale bale bambu. (MCH 2025)

JawaPos.com – Puncak haji tinggal delapan hari lagi. Wukuf di Arafah yang direncanakan berlangsung 5 Juni (9 Dzulhijah) menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi 203 ribu calon jemaah haji Indonesia yang kini sudah bersiap di Mekah.

Di tengah panasnya suhu Tanah Suci, ada satu kejutan manis yang disiapkan oleh salah satu penyedia layanan haji atau syarikah, yakni Al Bait. Mereka menyulap maktab (area perkemahan jemaah di Mina) menjadi bernuansa khas Nusantara.

Bambu-bambu asli yang dikirim langsung dari Palimanan, Cirebon, dan Cianjur, disulap jadi dekorasi ala saung atau bale-bale. Ada bangku-bangku rotan, hiasan bunga, bahkan elemen hijau artifisial yang membuat suasana lebih sejuk dan akrab. Semua dirancang untuk satu tujuan: membuat jemaah haji Indonesia merasa lebih nyaman, lebih “dekat” dengan kampung halaman.

“Konsepnya seperti saung, tempat makan atau lesehan biar teduh, nyaman, sejuk,” ujar Dedi Junaedi, salah satu pengrajin bambu asal Cianjur yang ikut mendesain maktab Al Bait.

Dedi tak sendirian. Ada juga Jaelani, rekan sesama pengrajin bambu yang bersemangat mengerjakan detail dekorasi. “Biar mereka senang, kita bikin suasananya Indonesia banget,” katanya.

Pekerjaan ini tidak main-main. Bambu dan material lain dikirim khusus dari Indonesia, melewati ribuan kilometer, demi menciptakan atmosfer yang familiar bagi para jemaah.

Meski sebagian besar hijau yang digunakan adalah artificial, suasana “hijau-hijauan” itu diakui cukup membantu menenangkan hati dan mata, terutama saat suhu di Mina bisa membakar kulit.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief, yang mengecek langsung maktab Al Bait, menyampaikan apresiasinya.

“Saya minta syarikah memberikan layanan tambahan yang membuat jemaah lebih nyaman berada di lokasi ini. Kita tahu, Arafah-Mina itu panas sekali, jadi suasana, lingkungannya, warnanya, sangat penting,” ujar Hilman.

Menurut Hilman, syarikah lain juga mulai berlomba-lomba memberikan konsep dekorasi tambahan, masing-masing dengan keunikan berbeda. Persaingan ini dinilai positif karena mendorong peningkatan layanan bagi jemaah haji Indonesia.

Tahun ini, Indonesia bekerja sama dengan delapan syarikah untuk melayani jemaah, termasuk dalam penyediaan maktab, konsumsi, transportasi, hingga sanitasi. Semua itu demi memastikan ibadah haji berjalan nyaman dan lancar.

Di balik dekorasi bambu yang mungkin hanya dianggap ornamen kecil oleh sebagian orang, tersimpan kerja keras, rasa cinta tanah air, dan harapan besar agar para tamu Allah merasa sedikit lebih “di rumah” meski sedang beribadah di negeri orang.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore