Ilustrasi jemaah haji saat berada di dekat Ka
JawaPos.com – Di tengah suhu yang menyengat dan udara kering, semangat jemaah lanjut usia Indonesia tetap tak surut menapaki hari-hari awal ibadah haji di Tanah Suci.
Data siskohat hingga Kamis (8/5) pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar 14.00 WIB, sudah 125 kelompok terbang (kloter) tiba di Madinah. Itu berarti 23,81 persen dari total 525 kloter telah mendarat dengan selamat.
Jumlah total jemaah haji Indonesia yang telah diberangkatkan pun terus bertambah, mencapai 48.628 orang, atau 23,92 persen dari total kuota 203.320 jemaah.
Yang menarik, dari jumlah itu, 10.424 merupakan jemaah lansia. Artinya, sekitar 21,44 persen dari jemaah yang telah tiba adalah kelompok lanjut usia. Sebuah angka signifikan yang menunjukkan besarnya semangat dan tekad mereka meski menghadapi cuaca ekstrem.
Hari ini saja, hingga pukul 10.00 WAS, telah diberangkatkan 10 kloter dengan total 3.875 jemaah, termasuk 873 jemaah lansia. Rangkaian keberangkatan dimulai dari Kloter SOC 24 (Solo) dengan pesawat Garuda Indonesia GA 6124, dan akan ditutup oleh SUB 22 (Surabaya) menggunakan Saudi Airlines SV 5253 yang dijadwalkan terbang pukul 21.00 WAS atau sekitar pukul 01.00 WIB.
Namun, duka menyelimuti proses haji tahun ini. Satu jemaah asal Banjarnegara, Daimah, dilaporkan wafat, menjadikannya satu-satunya jemaah yang dilaporkan meninggal dalam fase pemberangkatan sejauh ini.
Laporan dari AccuWeather menunjukkan bahwa cuaca di Madinah pada Kamis (8/5) kembali mencapai kondisi ekstrem. Suhu tertinggi hari ini diprediksi menyentuh 41 derajat Celsius, dengan suhu malam hari tetap hangat di 27 derajat.
Hingga pukul 09.36 WAS, suhu sudah 33 derajat dan terasa sama panasnya. Kelembapan udara hanya 12 persen, menandakan kondisi yang sangat kering. Berisiko menyebabkan dehidrasi cepat jika tidak cukup minum air. Kecepatan angin tercatat 23 km/jam dari arah barat daya, cukup kencang dan bisa memperburuk rasa panas karena membawa debu dan hawa kering.
Indeks UV berada pada level 6 dari 11, yang berarti paparan sinar matahari dalam waktu lama tetap berbahaya, terutama bagi lansia dan anak-anak. Tekanan udara cukup stabil di angka 1.014,2 mb, dan jarak pandang sejauh 9,66 km mengindikasikan kondisi langit cerah, meskipun debu tipis masih berpotensi menyelimuti langit Madinah.
Berdasarkan prakiraan, suhu tertinggi 41°C akan tercapai sekitar sore hari, sementara pagi dan malam tetap dalam kisaran 29–34°C. Tidak ada potensi hujan sepanjang hari, dengan peluang presipitasi nyaris nol persen.
Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau agar para jemaah, khususnya lansia, meminimalkan aktivitas luar ruangan di siang hari, memakai pelindung diri dari panas, dan memastikan asupan cairan cukup setiap saat.
Jarak hotel ke Masjid Nabawi yang relatif dekat, sekitar 650–850 meter, sebaiknya dimanfaatkan dengan bijak dan tidak terburu-buru.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
