Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Mei 2025 | 17.44 WIB

Tahun Ini Kartu Nusuk Diberikan Langsung oleh Syarikah, Tanpa Ini Jemaah Tak Bisa Masuk Makkah-Madinah

Ilustrasi nusuk card. (Antara)


JawaPos.com
– Setiap jemaah haji Indonesia wajib memiliki Kartu Nusuk, sebuah kartu pintar (smart card) yang disyaratkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebagai identitas resmi dan akses layanan selama ibadah haji.

Tanpa kartu ini, jemaah tidak diperbolehkan masuk ke wilayah Makkah dan Madinah, termasuk saat puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kartu Nusuk dirancang untuk menyimpan data profil jemaah, termasuk nama, foto, tanggal lahir, nomor visa, nama syarikah (agensi) penyedia layanan, dan lokasi pemondokan di Mekkah. Bentuknya berwarna dominan cokelat dan putih, lengkap dengan kode batang dan QR code yang bisa dipindai oleh petugas keamanan Saudi.

Berbeda dengan tahun lalu yang dibagikan secara kolektif per kloter oleh petugas haji Indonesia, pada musim haji 2025, Kartu Nusuk akan dibagikan langsung oleh syarikah (perusahaan penyedia layanan jemaah haji) di tanah suci.

Hal ini dijelaskan langsung oleh Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, dalam keterangan persnya di Madinah, Kamis malam (1/5).

“Tahun ini, kartu Nusuk akan dibagikan saat jemaah sudah berada di hotel. Dari bandara langsung ke hotel, begitu sampai di hotel, kartu akan dibagikan oleh syarikah,” ujar Dubes Abdul Aziz.

Menurut dia, proses pembagian Kartu Nusuk tidak hanya sekadar distribusi, tetapi juga mencakup pendokumentasian visual. Petugas syarikah wajib memotret jemaah yang telah menerima kartu sebagai bukti penerimaan.

“Itu memang bagian dari prosedur. Setiap jemaah dipotret saat menerima kartu, dan dokumentasi itu harus diselesaikan dalam waktu 1x24 jam,” tambahnya.

Dubes menambahkan, meski terlihat sederhana, proses ini bisa memakan waktu dan harus diantisipasi dengan baik oleh petugas, agar tidak menyebabkan penundaan layanan atau keterlambatan mobilisasi jemaah, terutama pada saat transisi dari hotel ke lokasi ibadah.

Pemerintah Indonesia menyambut baik sistem kartu Nusuk karena secara tidak langsung membatasi ruang gerak jemaah ilegal. Hanya mereka yang terdata secara resmi dan memiliki visa haji yang akan mendapatkan kartu ini.

“Kartu Nusuk ini juga bagian dari pengendalian. Siapa yang tidak punya kartu, tidak bisa ikut masuk ke lokasi-lokasi utama ibadah,” tegas Abdul Aziz.

Melalui situs resmi Kementerian Agama, disebutkan bahwa sistem Nusuk yang dimulai sejak 2024 ini diharapkan membuat pelaksanaan haji lebih tertib, aman, dan terverifikasi. Dengan sistem ini, data jemaah bisa dilacak secara real time oleh otoritas Saudi jika terjadi insiden di lapangan.

Hingga Kamis malam, ribuan kartu Nusuk untuk jemaah Indonesia telah tiba di Madinah dan siap didistribusikan sesuai jadwal kedatangan jemaah haji.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore