Terkait itu, Dahnil memperkenalkan tiga pilar sukses penyelenggaraan haji yang menjadi fokus BPH.
Sukses Ritual, kata Dahnil, ibadah haji harus sah secara syariah, dilaksanakan dengan aman, nyaman, dan efisien. "Serta terbebas dari praktik pungli atau manipulasi,'' katanya.
Kedua, sukses ekosistem ekonomi Haji. Dia mengatakan, dana haji yang dikelola dan perputaran uang dari sektor haji dan umrah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Uang jemaah haji yang dikelola saat ini jumlahnya Rp 179 triliun. Perputaraan uang jemaah haji dan umroh, hampir Rp 60 triliunan. Besar sekali,'' terangnya.
Sedangkan sukses peradaban dan keadaban, berarti haji harus melahirkan jemaah yang tidak hanya taat beribadah. Tetapi juga memiliki nasionalisme yang kuat dan semangat kebangsaan seperti yang diteladankan tokoh-tokoh pendiri bangsa yang juga berhaji.
"Semakin berkualitas haji-hajinya, maka makin cinta dengan negerinya. Cinta bangsanya,'' kata Dahnil.





