Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 April 2025 | 20.43 WIB

Haji 2025 Jadi Tonggak Peralihan, Dahnil Anzar: BPH Siap Lanjutkan Standar Tinggi Kemenag

Dari kiri: Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief, Menag Nasaruddin Umar, dan Wakil kepala Badan Penyelenggara Haji Dahnil Anzar Simanjuntak. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com) - Image

Dari kiri: Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief, Menag Nasaruddin Umar, dan Wakil kepala Badan Penyelenggara Haji Dahnil Anzar Simanjuntak. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com – Penyelenggaraan ibadah haji 2025 menjadi momen penting dalam sejarah tata kelola haji Indonesia. Tahun ini merupakan penyelenggaraan terakhir yang sepenuhnya dipegang oleh Kementerian Agama (Kemenag) sebelum dialihkan ke Badan Penyelenggara Haji (BPH) mulai tahun depan.

Wakil Kepala BPH, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa pihaknya siap melanjutkan tongkat estafet tanggung jawab tersebut tanpa menurunkan standar layanan.

“Saat diserahkan ke kami, kami bisa menggunakan standar yang sudah tinggi,” ujarnya dalam pembukaan Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (19/4).

Dahnil menyampaikan apresiasinya terhadap Kementerian Agama yang dinilai telah membangun sistem penyelenggaraan haji dengan kualitas yang baik. Ia berharap, proses peralihan ini berjalan tanpa mengganggu kenyamanan dan kepercayaan publik.

Lebih lanjut, Dahnil juga menegaskan komitmen BPH dalam menjaga tiga pilar utama kesuksesan haji: ritual yang sah dan tertib, pengelolaan ekonomi haji yang bermanfaat, dan peningkatan peradaban serta nasionalisme umat.

BPH akan fokus memperkuat fungsi pengawasan, efisiensi anggaran, hingga tata kelola berbasis teknologi dan transparansi. “Presiden ingin haji bukan hanya ibadah, tapi juga memberi efek ganda bagi umat dan bangsa,” tegasnya.

Terkait itu, Dahnil memperkenalkan tiga pilar sukses penyelenggaraan haji yang menjadi fokus BPH.

Sukses Ritual, kata Dahnil, ibadah haji harus sah secara syariah, dilaksanakan dengan aman, nyaman, dan efisien. "Serta terbebas dari praktik pungli atau manipulasi,'' katanya.

Kedua, sukses ekosistem ekonomi Haji. Dia mengatakan, dana haji yang dikelola dan perputaran uang dari sektor haji dan umrah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Uang jemaah haji yang dikelola saat ini jumlahnya Rp 179 triliun. Perputaraan uang jemaah haji dan umroh, hampir Rp 60 triliunan. Besar sekali,'' terangnya.

Sedangkan sukses peradaban dan keadaban, berarti haji harus melahirkan jemaah yang tidak hanya taat beribadah. Tetapi juga memiliki nasionalisme yang kuat dan semangat kebangsaan seperti yang diteladankan tokoh-tokoh pendiri bangsa yang juga berhaji.

"Semakin berkualitas haji-hajinya, maka makin cinta dengan negerinya. Cinta bangsanya,'' kata Dahnil.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore