Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 April 2025 | 20.33 WIB

Dahnil Anzar: Presiden Prabowo Tak Ingin Haji Hanya Jadi Ibadah Ritual Saja

Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) Dahnil Anzar Simanjuntak. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com) - Image

Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) Dahnil Anzar Simanjuntak. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com – Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa haji bukan sekadar ritual spiritual semata. Pemerintah, kata dia, memiliki visi besar menjadikan ibadah haji sebagai katalis kemajuan bangsa, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden tidak ingin haji hanya berhenti sebagai ritual. Harus ada dampak lebih luas yang dirasakan umat dan bangsa,” ujar Dahnil saat memberi sambutan dalam pembukaan Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (19/4).

Menurut Dahnil, ada tiga pilar utama yang menjadi indikator suksesnya penyelenggaraan ibadah haji:

1. Sukses Ritual

Pilar pertama adalah memastikan bahwa ibadah haji yang dilakukan jemaah sah secara syariat, tertib, aman, nyaman, dan efisien. Efisien di sini, kata Dahnil, bukan hanya soal logistik, tetapi juga soal integritas dan tata kelola yang bersih.

“Jangan sampai ibadah haji pun dipungli dan dimanipulasi. Kami mendukung penuh langkah Menteri Agama dalam menjaga integritas penyelenggaraan haji,” tegasnya.

2. Sukses Ekonomi Haji

Pilar kedua menyangkut dimensi ekonomi. Menurut Dahnil, potensi ekonomi dari penyelenggaraan haji sangat besar. Dana kelolaan haji mencapai Rp179 triliun, sementara perputaran uang dari haji dan umrah mencapai Rp60 triliun per tahun.

“Haji harus menjadi pendorong ekonomi nasional. Kalau potensi ini digerakkan dari sektor haji saja, kita bisa bantu kesejahteraan rakyat,” katanya.

3. Sukses Peradaban dan Keadaban

Pilar ketiga adalah aspek peradaban. Haji diharapkan tidak hanya menguatkan keimanan pribadi, tapi juga membentuk jemaah yang semakin mencintai bangsa dan berkontribusi untuk negara.

Menurut Dahnil, sejarah membuktikan bahwa banyak tokoh pendiri bangsa mendapat inspirasi perjuangan justru setelah pulang dari haji.

“Haji Oemar Said Tjokroaminoto pulang membentuk Syarikat Islam. KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah. KH Hasyim Asy’ari membangun NU dan menyemai semangat kebangsaan,” papar Dahnil.

Karena itu, katanya, haji harus mampu menumbuhkan nasionalisme dan kesadaran kolektif sebagai bagian dari peradaban Indonesia. “Kalau hajinya berkualitas, maka Indonesia-nya akan makin kuat,” pungkasnya.

Dengan tiga pilar tersebut, pemerintah berharap penyelenggaraan haji tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga berdampak besar pada spiritualitas, ekonomi, dan ketahanan bangsa.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore