Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag, Muchlis Muhammad Hanafi. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Tak hanya menunaikan ibadah, jemaah haji Indonesia tahun ini juga akan "membawa" rasa Tanah Air ke Tanah Suci. Melalui penguatan produk lokal, Kementerian Agama (Kemenag) memastikan bahwa sebagian besar konsumsi jemaah haji 2025 berasal dari Indonesia, baik dalam bentuk bumbu masak maupun makanan siap saji.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag, Muchlis Muhammad Hanafi, menyebutkan bahwa makanan siap saji untuk jemaah tahun ini berasal dari Solo, Jawa Tengah.
“Ada sekitar 3 juta paket makanan siap saji dari Solo yang dikirim ke Arab Saudi. Rasanya enak, dan ketahanannya bisa sampai satu tahun,” ujar Muchlis saat Bimtek calon petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (18/4).
Paket makanan siap saji menjadi solusi penting dalam distribusi konsumsi saat rangkaian puncak haji, khususnya di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang diprediksi terjadi pada 4 Juni (8 Dzulhijjah) hingga 11 Juni (15 Dzulhijjah).
Kondisi padat dan keterbatasan akses di Armuzna membuat makanan fresh sulit didistribusikan tepat waktu. Maka dari itu, digunakan sebagai alternatif logistik yang praktis dan efisien.
Tak hanya dari sisi makanan utama, kontribusi dalam negeri juga tampak dari pengadaan bumbu masak. Dari total kebutuhan 611 ton bumbu untuk konsumsi haji tahun ini, sekitar 475 ton telah dikirim dari Indonesia.
“Nilai ekonominya besar, sekitar Rp 80–90 miliar,” jelas Muchlis.
Untuk pagunya sendiri sangat besar. Muchlis mengungkap anggaran konsumsi untuk jemaah haji 2025 mencapai Rp 1,3 triliun. Dari jumlah tersebut, Kemenag mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan memperluas partisipasi pelaku usaha lokal.
Salah satu harapannya adalah ke depan bukan hanya bumbu dan nasi instan, tetapi juga lauk pauknya bisa dipasok dari Indonesia.
Pada musim haji 2025, setiap jemaah akan mendapatkan total 127 kali makan selama di Arab Saudi, termasuk 15 kali makan dan satu snack berat saat berada di Armuzna. Itu berarti, total akan ada lebih dari 25 juta boks makan untuk 221 ribu jemaah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
