Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 April 2025 | 05.47 WIB

Petugas Haji Daker Madinah Berangkat 27 April, Bimtek Dikebut Agar Tak Sekadar Seremonial

Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Musta’in Ahmad di Bimtek PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com) - Image

Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Musta’in Ahmad di Bimtek PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan bahwa para petugas haji yang akan bertugas di Daerah Kerja (Daker) Madinah mulai diberangkatkan pada 27 April 2024. Hal ini disampaikan Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Musta’in Ahmad dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (15/4).

Menurut Musta’in, kepastian tanggal keberangkatan ini membuat jadwal pelatihan petugas harus dipercepat dan dituntaskan paling lambat 20 April. “Kalau ini tidak segera kita selesaikan bimtek-nya, ya tidak sempat dinimyek. Dan kalau dibimtek-nya mepet, secara psikologis juga tidak enak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa petugas juga perlu waktu jeda untuk mempersiapkan diri dan berpamitan dengan keluarga sebelum bertugas di Tanah Suci. “Kalau habis bimtek langsung berangkat, itu ya dikangenin keluarga,” lanjutnya.

Oleh karena itu, pihaknya menargetkan seluruh proses bimtek rampung sebelum tanggal 20 April, sehingga para petugas masih memiliki sekitar tiga hari di rumah sebelum berangkat pada 27 April.

Persiapan ini menjadi semakin penting mengingat petugas yang akan berangkat lebih dahulu adalah mereka yang bertugas di Daker Madinah—salah satu titik paling krusial dalam penyelenggaraan haji. Di Madinah, petugas akan menerima kedatangan jamaah gelombang pertama, mengatur distribusi akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan.

“Kalau petugas tidak siap, pelayanan di awal ini bisa terganggu. Padahal kesan pertama itu penting bagi jamaah,” kata Musta’in.

Di sisi lain, adanya tambahan petugas secara mendadak juga menambah beban pelatihan. Tambahan petugas ini baru diumumkan pada Sabtu (13/4), sehingga Kemenag harus bekerja cepat untuk melakukan rekrutmen, pemanggilan ulang, dan pembekalan kilat. Beberapa petugas tambahan direkrut dari peserta yang sebelumnya sudah mengikuti proses seleksi, maupun melalui mekanisme penunjukan langsung sesuai ketentuan Undang-Undang Perhajian.

Musta’in menekankan bahwa pelatihan bukan sekadar formalitas. Ia ingin para petugas memahami betul kondisi jamaah Indonesia yang unik dan membutuhkan pelayanan ekstra—sebagian besar merupakan lansia, berisiko tinggi, dan berasal dari berbagai latar budaya daerah yang berbeda-beda.

“Karakter jamaah kita itu tidak bisa disamakan dengan negara lain. Kita perlu pendekatan khusus, dan itu harus disiapkan dari sekarang,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan akan dibantu oleh narasumber berpengalaman, termasuk dari tim pengelola Masjid Istiqlal. Nanti, dia yang akan mendampingi petugas dalam membangun semangat pelayanan yang kompak dan efektif.

“Kita akan cari metode terbaik supaya petugas bisa nyaman dalam melayani, dan jamaah pun merasa nyaman dilayani. Kita tidak bisa sendirian, harus bareng-bareng,” tutup Musta’in.

Dengan sisa waktu yang hanya tersisa beberapa hari, Kemenag berharap semua tahapan persiapan dapat berjalan tepat waktu dan optimal. Keberangkatan tim Daker Madinah menjadi awal dari seluruh rangkaian panjang operasional haji tahun ini, dan keberhasilan di fase ini akan sangat menentukan kelancaran proses berikutnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore