JawaPos.com - Sejumlah pihak mendukung keberadaan Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH), dalam mengelola titipan uang pendaftaran haji. Bahkan kegiatan investasi dana haji oleh BPKH, harus terus dioptimalkan. Supaya dapat menghasilkan nilai imbal hasil yang maksimal untuk jamaah haji.
Dukungan terhadap optimalisasi dana haji, diantaranya disampaikan mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Menurut dia BPKH memainkan peran penting dalam pelaksanaan ibadah haji di tanah air. Karena itu posisinya harus diperkuat agar selalu berada di garis terdepan pelayanan haji Indonesia.
"BPKH harus diangkat marwah dan statusnya sehingga menjadi leader dari ekosistem pelaksanaan haji," kata Bambang dalam Executive Talks BPKH yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (2/10). Bambang menekankan dua aspek untuk peningkatan kinerja BPKH dalam hal pengelolaan keuangan haji.
Pertama, perlu dukungan dari pemerintah untuk menyediakan modal dasar perolehan dana haji. "Dan kedua, dibutuhkan penguatan status BPKH sebagai lembaga yang sui generis sehingga tiap investasinya lebih terlindungi," tambah guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) itu.
Bambang meyakini kedua langkah ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan haji. Termasuk juga untuk memastikan jamaah memperoleh pengalaman terbaik dalam ibadah mereka.
Sementara itu Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah dalam sambutannya menyampaikan, BPKH memiliki fungsi strategis untuk terus memberikan nilai manfaat terbaik. Kemudian dari hasil investasi dana haji serta menjamin keamanan dana yang dikelola.
"Dalam melakukan investasi, BPKH menetapkan untuk menggunakan skenario moderat dengan target yield yang meningkat minimal 5 persen setiap tahunnya," jelas Fadlul.
Untuk diketahui saat ini dana kelolaan haji pada semester satu 2024, mencapai Rp 162 triliun lebih. Dana ini terus bertambah, seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang mendaftar haji. Sepanjang 2024 sampai dengan 25 September lalu, jumlah pendaftar hari baru mencapai 291.883 orang. Sementara secara kumulatif, saat ini ada 5,5 juta jamaah yang antre menunggu diberangkatkan haji.
Setiap tahunnya, nilai manfaat atau hasil investasi keuangan haji mengalami tren kenaikan. Pada tahun 2023 lalu, nilai manfaat yang dihasilkan BPKH mencapai Rp 10,93 triliun. Jumlah ini naik signifikan dibanding periode 2020 yang tercatat Rp 7,4 triliunan. Sedangkan tahun ini, nilai manfaat yang dihasilkan diperkirakan dapat menyentuh angka Rp 11,5 triliun.