Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juni 2024 | 17.57 WIB

Heatstroke, 577 Jamaah Haji Meninggal, Dua di Antaranya dari Indonesia

PADAT: Sebagian besar jamaah haji meninggalkan Mina kemarin. Mereka kembali ke hotel-hotel di sekitar kawasan Masjidilharam. Kawasan Makkah pun kembali padat. - Image

PADAT: Sebagian besar jamaah haji meninggalkan Mina kemarin. Mereka kembali ke hotel-hotel di sekitar kawasan Masjidilharam. Kawasan Makkah pun kembali padat.

JawaPos.com - Selama dua hari terakhir, penyelenggaraan ibadah haji 2024 dihebohkan dengan kabar banyaknya jamaah haji yang meninggal akibat cuaca panas yang ekstrem. Mayoritas adalah Jamaah haji kategori lansia yang memiliki penyakit bawaan.

Dilansir dari sejumlah kantor berita internasional, ratusan jamaah dari sejumlah negara wafat selama pelaksanaan puncak ibadah haji di Mina, yakni saat mabit (menginap) dan lontar jumrah di jamarat, pada hari tasyrik 10–13 Zulhijah. Mereka meninggal akibat cuaca ekstrem yang melanda selama beberapa hari terakhir. Menurut laporan AFP, 577 jemaah dari beberapa negara meninggal akibat heatstroke atau serangan panas berlebihan.

Lantas, bagaimana dengan jamaah haji Indonesia? Mengacu data Siskohat Kemenag, total 183 jamaah tanah air meninggal selama musim haji. Mulai di Madinah, Makkah, hingga fase puncak haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

Khusus di Mina, berdasar data laporan tim misi kesehatan PPIH Arab Saudi, tercatat ada 184 jamaah tanah air yang menjalani perawatan di tenda misi kesehatan haji di Mina. Dari jumlah itu, 12 orang mengalami heatstroke. Dua di antaranya akhirnya meninggal. ”Dua jamaah ini memiliki riwayat penyakit berat. Akibat heatstroke, penyakit mereka kembali kambuh. Kami sudah berusaha menangani, tapi mereka tak tertolong,” kata Kasi Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Madinah Karmijono.

Sementara itu, Menag Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa tahun depan Indonesia kembali mendapat kuota haji sebanyak 221 ribu kursi. Kuota itu sama dengan kuota pokok tahun ini, tidak termasuk tambahan. Soal apakah Indonesia kembali mendapat kuota tambahan, Saudi bakal mengkajinya lebih lanjut. ”Kita mengapresiasi Kemenhaj Saudi yang kembali mengumumkan kuota lebih awal. Dengan begitu, persiapan penyelenggaraan haji juga bisa dilakukan lebih cepat,” kata Yaqut.

Dia juga menyampaikan beberapa kesuksesan haji tahun ini. Di antaranya, pelayanan jamaah pada fase kedatangan berjalan lancar. Kemudian, kuota jamaah haji reguler sebanyak 213.320 jamaah terserap optimal. Hanya menyisakan 45 jamaah yang tidak bisa digantikan karena pemvisaan sudah ditutup.

Dia kemudian menyampaikan beberapa dinamika haji tahun ini. Misalnya, kepadatan jamaah di tenda di Mina. Dengan kuota haji reguler 213.320 orang, setiap orang mendapat space hanya 0,8 meter persegi di dalam tenda. Karena itu, muncul keluhan jamaah berdesak-desakan saat mabit di Mina.

”Mina dari dulu seperti itu. Sejak kuota kembali normal pada 2017, isunya selalu soal kepadatan. Karena itu, menerima tambahan kuota selalu menjadi berkah sekaligus tantangan,” katanya. Yaqut mengatakan, pemerintah segera menggelar evaluasi atas penyelenggaraan haji tahun ini. Sejumlah catatan akan menjadi bahan perbaikan untuk musim haji mendatang. Pemerintah Indonesia akan tetap mengupayakan kuota tambahan untuk memangkas panjangnya antrean haji.(lyn/wan/ris/c19/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore