
PADAT: Sebagian besar jamaah haji meninggalkan Mina kemarin. Mereka kembali ke hotel-hotel di sekitar kawasan Masjidilharam. Kawasan Makkah pun kembali padat.
JawaPos.com - Selama dua hari terakhir, penyelenggaraan ibadah haji 2024 dihebohkan dengan kabar banyaknya jamaah haji yang meninggal akibat cuaca panas yang ekstrem. Mayoritas adalah Jamaah haji kategori lansia yang memiliki penyakit bawaan.
Dilansir dari sejumlah kantor berita internasional, ratusan jamaah dari sejumlah negara wafat selama pelaksanaan puncak ibadah haji di Mina, yakni saat mabit (menginap) dan lontar jumrah di jamarat, pada hari tasyrik 10–13 Zulhijah. Mereka meninggal akibat cuaca ekstrem yang melanda selama beberapa hari terakhir. Menurut laporan AFP, 577 jemaah dari beberapa negara meninggal akibat heatstroke atau serangan panas berlebihan.
Lantas, bagaimana dengan jamaah haji Indonesia? Mengacu data Siskohat Kemenag, total 183 jamaah tanah air meninggal selama musim haji. Mulai di Madinah, Makkah, hingga fase puncak haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).
Khusus di Mina, berdasar data laporan tim misi kesehatan PPIH Arab Saudi, tercatat ada 184 jamaah tanah air yang menjalani perawatan di tenda misi kesehatan haji di Mina. Dari jumlah itu, 12 orang mengalami heatstroke. Dua di antaranya akhirnya meninggal. ”Dua jamaah ini memiliki riwayat penyakit berat. Akibat heatstroke, penyakit mereka kembali kambuh. Kami sudah berusaha menangani, tapi mereka tak tertolong,” kata Kasi Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Madinah Karmijono.
Sementara itu, Menag Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa tahun depan Indonesia kembali mendapat kuota haji sebanyak 221 ribu kursi. Kuota itu sama dengan kuota pokok tahun ini, tidak termasuk tambahan. Soal apakah Indonesia kembali mendapat kuota tambahan, Saudi bakal mengkajinya lebih lanjut. ”Kita mengapresiasi Kemenhaj Saudi yang kembali mengumumkan kuota lebih awal. Dengan begitu, persiapan penyelenggaraan haji juga bisa dilakukan lebih cepat,” kata Yaqut.
Dia juga menyampaikan beberapa kesuksesan haji tahun ini. Di antaranya, pelayanan jamaah pada fase kedatangan berjalan lancar. Kemudian, kuota jamaah haji reguler sebanyak 213.320 jamaah terserap optimal. Hanya menyisakan 45 jamaah yang tidak bisa digantikan karena pemvisaan sudah ditutup.
Dia kemudian menyampaikan beberapa dinamika haji tahun ini. Misalnya, kepadatan jamaah di tenda di Mina. Dengan kuota haji reguler 213.320 orang, setiap orang mendapat space hanya 0,8 meter persegi di dalam tenda. Karena itu, muncul keluhan jamaah berdesak-desakan saat mabit di Mina.
”Mina dari dulu seperti itu. Sejak kuota kembali normal pada 2017, isunya selalu soal kepadatan. Karena itu, menerima tambahan kuota selalu menjadi berkah sekaligus tantangan,” katanya. Yaqut mengatakan, pemerintah segera menggelar evaluasi atas penyelenggaraan haji tahun ini. Sejumlah catatan akan menjadi bahan perbaikan untuk musim haji mendatang. Pemerintah Indonesia akan tetap mengupayakan kuota tambahan untuk memangkas panjangnya antrean haji.(lyn/wan/ris/c19/oni)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
