JawaPos.com - Nokia, perusahaan telekomunikasi terkemuka yang dulu sempat sangat terkenal karena produk ponselnya, baru-baru ini memperkenalkan 'Strategi Teknologi 2030'. Hal ini bertujuan untuk membantu penyedia layanan, perusahaan, dan industri bersiap menghadapi perubahan teknologi radikal di masa depan.
Strategi ini diklaim merupakan panduan terhadap munculnya teknologi yang secara radikal mengubah dunia kita. Laporan tersebut juga mengidentifikasi tren dan teknologi baru yang akan berdampak pada jaringan penyedia layanan, perusahaan, dan industri selama dekade ini.
Dilansir via Gizchina, Selasa (28/11), strategi ini dimaksudkan untuk membantu organisasi memanfaatkan potensi teknologi baru dan menghadapi tantangan yang mereka hadapi saat ini dan masa depan.
Dalam Strategi Teknologi Nokia 2030, perusahaan juga mengatakan, AI atau Artificial Intelligence adalah pusat fokusnya. Namun, ini juga mencakup cloud continuum, metaverse, API economy, Industri 5.0, sistem nilai Internet, keberlanjutan, keamanan, dan beberapa lainnya.
Nokia mengatakan, lanskap teknologi pada tahun 2030 akan mengalami perubahan besar. Digitalisasi selalu menjadi kekuatan pendorong industri ini, dan AI serta cloud terus-menerus mengubah bisnis jaringan dan teknologi konsumen.
Pengaruh AI saat ini semakin meluas. Selain mengoptimalkan berbagai proses solusi di industri, juga akan mengubah komunikasi secara menyeluruh.
"Fase berikutnya dari teknologi cloud akan mendisrupsi model bisnis dan menciptakan 'Cloud Continuum' yang mulus yang akan melampaui transmisi informasi konvensional, Internet, cloud, dan sumber daya untuk mengintegrasikan dunia manusia dan digital dengan platform terpadu," terang Nokia.
Salah satu konsep utama yang diperkenalkan dalam Strategi Teknologi Nokia 2030 adalah Industri 5.0. Ini adalah paradigma baru yang dibangun berdasarkan empat revolusi industri sebelumnya dan bertujuan untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan, produktif, dan mudah diakses.
Industri 5.0 ditandai dengan integrasi teknologi canggih seperti AI, pembelajaran mesin (ML), otomatisasi, extended reality (XR), dan Internet of Things (IoT). Teknologi ini akan memungkinkan terciptanya pabrik pintar. Di sini, mesin dan manusia bekerja sama untuk mengoptimalkan proses produksi dan meningkatkan efisiensi.
Industri 5.0 adalah revolusi industri berikutnya yang bertujuan melampaui efisiensi dan produktivitas sebagai satu-satunya tujuan. Fokusnya adalah pada pilar-pilar yang berpusat pada kemanusiaan, berketahanan, dan berkelanjutan.
Ini adalah konsep yang berlaku untuk setiap sektor dan organisasi, dan penerapannya jauh lebih luas dibandingkan Industri 4.0. Industri 5.0 adalah tentang integrasi manusia dan mesin. Hal ini juga melibatkan penciptaan nilai baru melalui kolaborasi manusia dan mesin.
Strategi Teknologi Nokia 2030 sendiri tampaknya selaras dengan Industri 5.0. Ini tentang menciptakan nilai melalui kolaborasi manusia dan mesin. Strategi ini bertujuan untuk memungkinkan adopsi teknologi baru dengan konektivitas sebagai pusatnya.
Ia juga berharap dapat mengembangkan jaringan untuk menghadapi tantangan masa depan dan seterusnya. Arsitektur jaringan masa depan Nokia, sebagaimana diusulkan dalam Strategi Teknologi 2030, sangat penting untuk fase transformasi digital selanjutnya bagi Nokia dan pelanggannya.
Pada tahun 2030, penerapan teknologi baru akan meningkatkan permintaan lalu lintas jaringan secara besar-besaran. Jaringan perlu menjadi lebih kognitif dan otomatis.
Hal ini juga akan menjawab kebutuhan bisnis dan industri khusus untuk mendukung peningkatan permintaan throughput dan latensi. Strategi Teknologi Nokia 2030 sangat penting untuk mewujudkan potensi penuh AI, cloud, dan tren baru lainnya.