
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) mendorong reformasi pasar modal Indonesia tidak berhenti pada perubahan regulasi, tetapi harus dibuktikan melalui peningkatan transparansi, penegakan hukum, dan pemulihan kepercayaan investor.
Langkah tersebut dinilai penting di tengah konsultasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Ketua Umum PAEI David Sutyanto mengatakan, reformasi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan lembaga terkait telah mencakup sejumlah aspek penting.
Di antaranya keterbukaan kepemilikan saham di atas 1 persen, klasifikasi 39 kategori investor, transparansi ultimate beneficial owner (UBO), hingga kenaikan batas minimum free float menjadi 15 persen.
“PAEI mencermati konsultasi MSCI yang berlangsung hingga 30 April 2027 dan siap menyampaikan masukan secara konstruktif. Konsultasi ini adalah ruang bagi Indonesia untuk menunjukkan bukti hasil reformasi,” ujar David dalam pesan yang diterima JawaPos.com, Minggu (18/10).
David mengatakan, konsistensi penegakan hukum menjadi faktor penting dalam memperkuat integritas pasar. Sistem pengawasan BEI kini tidak hanya memantau volatilitas harga, tetapi juga pola transaksi dan price impact ratio untuk mendeteksi indikasi perdagangan terkoordinasi.
David menyoroti langkah OJK yang menjatuhkan sanksi administratif sekitar Rp 2,1 triliun kepada pihak-pihak terkait kasus manipulasi perdagangan saham dan penjatahan saham penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) yang tidak transparan.
Menurutnya, penindakan tersebut perlu diikuti penguatan pengawasan dan keterbukaan informasi. PAEI juga mencermati pendalaman indikasi awal terhadap 31 dari 61 saham yang menjadi perhatian dalam pemantauan HSC.
Ia mendorong agar hasil penegakan hukum dipublikasikan secara berkala dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Selain itu, analisis keterkaitan antar-akun dan antarperusahaan sekuritas berbasis Single Investor Identification (SID) serta UBO perlu diperkuat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022