
Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali melemah pada perdagangan Kamis (15/10), setelah ditutup menguat sebesar 0,29 persen ke level 5,943 pada perdagangan Rabu (14/10).
MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave v dari wave a dari wave (x) pada label hitam, sehingga dapat diwaspadai akan adanya koreksi ke rentang 5,744-5,794.
Kondisi terbaiknya, koreksi IHSG hanya akan menguji 5,897-5,940 dan menguat kembali untuk menguji 5,989-6,014. Adapun, posisi support IHSG saat ini berada di rentang 5,887 - 5,744 sedangkan resistance di level 6,216-6,296.
MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang menarik dicermati investor pada perdagangan Kamis (15/10), yakni PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Indosat Tbk (ISAT).
Keempat saham tersebut direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness dan Trading Buy, dengan target harga serta batas risiko yang perlu diperhatikan investor.
Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham ADMR sebelumnya terkoreksi 3,09 persen ke level 1.410 dan disertai dengan munculnya tekanan jual.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi ADMR saat ini sedang berada pada bagian dari wave v dari wave a dari wave (b). Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 1.365–1.405, dengan target harga 1.525 dan 1.575 serta stop loss di bawah 1.330.
Selanjutnya, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham BRMS sebelumnya menguat ke level 555, tetapi disertai dengan volume transaksi yang cenderung mengecil.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi BRMS saat ini sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave [B]. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 520–540, dengan target harga 615 dan 655 serta stop loss di bawah 505.
Berikutnya, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham ENRG sebelumnya terkoreksi 1,06 persen ke level 935 dan disertai dengan munculnya tekanan jual.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022