
Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali melemah pada perdagangan Rabu (14/10), setelah ditutup terkoreksi sebesar 0,17 persen ke level 5,925 pada perdagangan Selasa (13/10).
MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave v dari wave a dari wave (x) pada label hitam. Penguatan terdekat dari IHSG diperkirakan akan menguji 5,943-5,978, namun perlu diwaspadai akan adanya koreksi lanjutan ke rentang 5,744-5,794.
Adapun, posisi support IHSG saat ini berada di rentang 5,887 - 5,744 sedangkan resistance di level 6,216-6,296.
Baca Juga:Kendal Tornado FC Jaga Asa Promosi, Akbar Firmansyah Tegaskan Belum Puas dengan Performa Pribadi
MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan Rabu (14/10), yakni PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).
Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham ARCI sebelumnya menguat ke level 1.245 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, meski penguatannya belum mampu menembus MA60.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi ARCI saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave c dari wave (x), selama masih mampu bertahan di atas level 1.210. Investor dapat menerapkan strategi Trading Buy pada kisaran 1.220–1.240, dengan target harga 1.290 dan 1.360 serta stop loss di bawah 1.210.
Berikutnya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham BMRI sebelumnya terkoreksi 0,50 persen ke level 3.990 dan masih didominasi oleh tekanan jual, meski volume transaksi cenderung mengecil.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi BMRI saat ini sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [b]. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 3.850–3.910, dengan target harga 4.120 dan 4.210 serta stop loss di bawah 3.810.
Selanjutnya, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham INDY sebelumnya menguat 1,53 persen ke level 2.650 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Namun, pergerakannya masih tertahan oleh cluster MA20 dan MA60.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi INDY saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave [c] dari wave B. Investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran 2.640–2.680, dengan target harga 2.780 dan 2.990 serta stop loss di bawah 2.570.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: Rekor Pertemuan Jadi Modal Tuan Rumah
Prediksi Skor Tenerife vs Girona: Tamu Incar Tiga Poin, Tuan Rumah Tertekan
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan di AFC Champions League Elite: Duel Berujung Imbang
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022