Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 September 2026 | 19.26 WIB

Digitalisasi Perbankan Makin Masif, Konektivitas Fleksibel Jadi Kebutuhan Baru

Forum Lintasarta Executive Dialogue bertema Mastering Digital Infrastructure in the Intelligent Banking Era Through Bandwidth on Demand (BWoD), di Jakarta. - Image

Forum Lintasarta Executive Dialogue bertema Mastering Digital Infrastructure in the Intelligent Banking Era Through Bandwidth on Demand (BWoD), di Jakarta.

JawaPos.com - Transformasi digital yang semakin masif mendorong industri perbankan nasional untuk memperkuat infrastruktur teknologi yang tidak hanya memiliki kapasitas besar, tetapi juga mampu beradaptasi secara cepat terhadap perubahan kebutuhan bisnis.

Memenuhi kebutuhan itu digelar Lintasarta Executive Dialogue bertema Mastering Digital Infrastructure in the Intelligent Banking Era Through Bandwidth on Demand (BWoD), di Jakarta.

Forum ini mempertemukan jajaran pimpinan bank nasional dan multinasional yang tergabung dalam Himbara, Perbanas, dan Asbanda, bersama pejabat tinggi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Pertemuan ini jadi ruang strategis untuk membahas kesiapan infrastruktur digital dalam menghadapi perkembangan industri perbankan yang semakin dinamis.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi perbankan adalah perubahan kebutuhan kapasitas teknologi yang dapat terjadi dalam waktu tertentu dan secara tidak terduga. Periode month-end, year-end closing, pemrosesan gaji, pemulihan bencana, dan peluncuran aplikasi baru dapat meningkatkan kebutuhan kapasitas konektivitas secara signifikan.

Menjawab kebutuhan itu, Lintasarta memperkenalkan solusi Bandwidth on Demand (BWoD) yang memungkinkan bank menyesuaikan kapasitas bandwidth secara lebih fleksibel dan mandiri.

Solusi ini menawarkan kapasitas hingga 1 Gbps di wilayah yang memiliki kesiapan teknis, kemampuan meningkatkan maupun menurunkan kapasitas sesuai kebutuhan, serta layanan mandiri melalui Super Apps Ultima.

President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan menyampaikan digitalisasi perbankan membutuhkan infrastruktur yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan bisnis secara cepat.

“Infrastruktur digital tidak cukup hanya berkapasitas besar, tetapi harus mampu beradaptasi secara cepat, fleksibel, dan terukur,” ujar Armand.

Menurut Armand, kapasitas perbankan dapat berubah mengikuti month-end, year-end closing, payroll processing, disaster recovery, peluncuran aplikasi, dan kondisi tidak terjadwal. Karena itu, connectivity perlu berkembang dari infrastruktur yang fixed menjadi lebih adaptif.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore